Prahara Landa La Furia Roja


Penulis: Satria Sakti Utama - 14 June 2018, 09:50 WIB
AFP PHOTO / Pierre-Philippe MARCOU
AFP PHOTO / Pierre-Philippe MARCOU

PERSIAPAN Spanyol menghadapi Portugal dalam derby Iberia di laga pembuka Grup C, Sabtu (18/6) dini hari, diusik urusan nonteknis.

Ialah Julen Lopetegui dan Real Madrid yang membuat kondisi La Furia Roja menjadi tidak kondusif jelang laga perdana di Rusia.

Hal itu disebabkan aksi Real Madrid yang sekonyong-konyong mengumumkan Lopetegui sebagai pelatih anyar mereka musim depan untuk menggantikan Zinedine Zidane. Kepastian merapatnya Lopetegui ke Santiago Bernabeu dibalas Federaso Sepakbola Spanyol (RFEF) dengan keputusan memecat pelatih berusia 51 tahun tersebut.

Pemecatan Lopetegui diumumkan Presiden RFEF Luis Rubiales dalam konfrensi pers di Krasnodar, markas La Furia Roja. Rubiales menyebut pengumuman Madrid tersebut mengancam peluang Spanyol di Rusia 2018. “Saya di sini untuk mengatakan bahwa kami merasa berkewajiban memecat manajer tim nasional,” kata Rubiales.

“Inti tim nasional ialah semua orang Spanyol dan ada beberapa keputusan yang kami rasa harus lakukan untuk melindungi bebe­rapa nilai. Negosiasi itu sah, tapi itu terjadi tanpa RFEF diberi tahu sampai 5 menit sebelum pernyataan pers dirilis. Harus ada pesan untuk semua pekerja di federasi bahwa ada cara yang benar untuk melakukan sesuatu,” imbuh Rubiales.

Pemecatan Lopetegui sangat berisiko. Pelatih baru berarti ide permainan yang baru pula dan adaptasi menjadi poin pentingnya. Dengan menilik waktu yang sangat mepet, adaptasi pelatih anyar hampir mustahil dilakukan.   

Keputusan Lopetegui menerima pinangan Real Madrid memang mengejutkan. Pasalnya Lopetegui telah menandatangani perpanjang­an kontrak dengan RFEF hingga 2020 beberapa waktu lama ini.

Untuk menggantikan Lopetegui, RFEF menunjuk Direktur Olahraga Timnas Spanyol Fernando Hierro untuk memimpin Andres Iniesta dan kawan-kawan di Piala Dunia 2018. Mantan pemain timnas Spanyol dan Real Madrid tersebut akan menduduki jabatannya hingga Piala Dunia 2018 usai.

Dukungan pemain
Keputusan memecat Lopetegui diambil RFEF karena mereka tidak menginginkan ada perpecahan antara pemain Real Madrid dan Barcelona di skuat Spanyol. Untuk pertama kalinya sejak 2006, ada lebih banyak pemain Madrid dalam skuat Spanyol saat ini. Madrid menyumbang enam pemain, sementara Barcelona hanya tiga, yaitu Gerard Pique, Jordi Alba, dan Sergio Busquets.

Media di Spanyol melaporkan para pemain mencoba melakukan intervensi pada menit terakhir untuk mencegah Rubiales memecat Lopetegui. Rubiales mengatakan pada akhirnya, para pemain bisa menerima keputusan tersebut.

“Saya telah berbicara dengan para pemain. Saya jamin mereka akan melakukan segalanya untuk meraih hasil terbaik bersama tim teknis baru,” kata Rubiales.

Kehilangan Lopetegui merupakan pukulan telak bagi timnas Spanyol. Eks arsitek Rayo Vallecano itu memiliki rekor tak terkalahkan sejak 2016 menangani Sergio Ramos dkk. Dari 20 pertandingan yang dilalui, 14 laga di antaranya diakhir dengan kemenangan dan sisanya dengan hasil imbang. (AFP/Marca/R-1)

BERITA TERKAIT