Seniman dan Artis Dukung Pengusutan Kematian Gajah Bunta


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 13 June 2018, 21:34 WIB
img
Ist

SEJUMLAH seniman dari berbagai bidang memberikan dukungan agar aparat keamanan mengusut tuntas pembunuhan gajah bernama Bunta yang tewas mengenaskan di Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (9/6) lalu. Bunta diduga dibunuh dengan sadis dan ditemukan dalam kondisi salah satu gadingnya hilang.

Sejumlah artis seni peran dan musik seperti Chicco Jerikho, Arifin Putra, Wulan Guritno, Baim Wong, Ammar Zoni, Irish Bella, Melly Goeslaw, Putri Marino, Rio Dewanto dan Daniel Mananta mengunggah dukungan melalui akun media sosial.

Mereka juga meminta para penggemar turut mendukung sebuah petisi yang dibuat ulama perempuan dari Aceh, Teungku Nurhayati, terkait pembunuhan gajah Bunta di Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Aceh Timur, itu.

Petisi meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Polri, dan Menteri LHK Siti Nurbaya mengusut kasus pembunuhan gajah Bunta dan meminta pemerintah segera merevisi Undang-Undang No 5/1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem terkait dengan penerapan hukuman berat bagi pembunuh satwa.

Petisi daring di change.org itu sejak diluncurkan Selasa (12/6), sudah mendapat dukungan lebih dari 22.500 orang. Target petisi hingga 25.000 dukungan.

"Buat saya ini tidak bisa dibiarkan, sudah banyak kasus gajah mati dan akhirnya hilang begitu saja, padahal gajah adalah asset negara. Sekarang ini jumlahnya sudah sangat kritis. Perlu ada efek jera bagi para pemburu gading ini," kata pemain film Chicco Jerikho.

"Saya apresiasi Kepala BKSDA Aceh yang segera mengambil tindakan dan memberikan hadiah bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang pembunuh Bunta. Saya berharap DPR juga segera merevisi UU No.5/Tahun 1990 agar tidak ada lagi Bunta-Bunta lain yang mengalami nasib yang sama."

Artis peran Baim Wong juga menyatakan kesedihan serupa.

"Sungguh menyedihkan di bulan Ramadhan ini, kita malah mendapat kabar pembunuhan Bunta, di mana seharusnya adalah ajang memperbaiki diri. Saya berharap pembunuh Bunta segera ditemukan, dan mendapatkan hukuman yang setimpal.”

Gajah Bunta diketahui ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan penuh darah dan gadingnya hilang sebelah. Gajah jantan jinak itu merupakan gajah yang bertugas untuk membantu penanggulangan konflik gajah dan manusia di Aceh.

Menurut keterangan BKSDA Aceh, gajah Bunta diduga dibunuh dengan cara diracun.

Pembunuhan gajah bukan yang pertama kali. Pada 2013 terjadi pembunuhan gajah bernama Papa Genk di Sampoinet, Kabupaten Aceh Jaya. Pada 2016, ada pembunuhan gajah bernama Yongki di Lampung.

Perdagangan gading gajah memicu terjadinya perburuan satwa yang terancam punah itu. Menurut catatan Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) lebih dari 700 gajah mati dalam 10 tahun terakhir. Sebagian disebut sengaja dibunuh untuk dicuri gadingnya. (OL-5)

BERITA TERKAIT