Ekonomi Global Diprediksi Membaik


Penulis: Nyu/E-2 - 14 June 2018, 03:00 WIB
img
AFP

HASIL pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 12 Juni dinilai positif sehingga bakal berdampak kondusif bagi iklim investasi dan perdagangan global dalam jangka menengah maupun panjang. 

Direktur Eksekutif  Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, kemarin, mengatakan kondusifnya situasi di Semenanjung Korea pascapertemuan kedua pemimpin itu, akan membuat perdagangan global cerah. “Dalam jangka menengah-panjang akan bagus bagi investasi dan perdagangan,” ujar Faisal.
Positifnya perdagangan global dan investasi ke depan, lanjut Faisal, karena adanya stabilitas politik dan ekonomi di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Hal itu akan membuat investor asal AS akan semakin memperkuat investasinya di negara-negara berkembang. “Karena tidak ada lagi tekanan politik,” ucapnya.

Dalam pernyataan bersama, Trump berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan kepada Korut, sementara Kim menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Faisal menilai, dampak pertemuan itu juga akan membuat faktor geopolitik dalam menentukan arah perekonomian global menjadi semakin jelas. “Pastinya pasar responsnya positif, paling tidak stabilitas dari geopolitik akan mempengaruhi optimisme pelaku usaha di Amerika dan Asia,” tukasnya.

Hasil pertemuan itu, lanjut Faisal, juga bisa membuat IMF merevisi target pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini menjadi sedikit lebih positif. Diketahui IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini mencapai 3,9%. “IMF biasanya akan ada revisi pada Oktober, kalaupun ada bukan revisi turun, paling tidak tetap atau naik sedikit,” sebutnya. Faisal juga berpendapat pertemuan yang positif itu bisa membuat harga minyak dunia tidak akan melebihi US$80 per barel.

BERITA TERKAIT