Rekor Menang Kalah Jadi Penentu Berangkat ke Asian Games


Penulis: Budi Ernanto - 13 June 2018, 19:48 WIB
img
ANTARA

JELANG dua bulan menuju Asian Games 2018, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) belum memutuskan siapa saja yang akan diterjunkan di ajang tersebut. Di sektor ganda putra, baru pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang pasti akan berpartisipasi.

Menurut pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi, ada dua kriteria yang jadi penentu siapa pemain yang akan berjuang bersama Marcus/Kevin. “Pertama, ialah persentase head to head. Pesaing, kan seperti dari Tiongkok, Malaysia, Jepang, dan Taiwan. Itu dilihat rekor menang dan kalahnya,” kata Herry di Jakarta, Rabu (13/6).

Sementara kriteria kedua, ialah siapa yang memiliki rangking dunia mendekati Marcus/Kevin. Seperti diketahui, Marcus/Kevin kini menjadi pasangan ganda putra nomor satu dunia. Sementara pasangan asal Indonesia yang punya rangking terbaik kedua, ialah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang ada di urutan ke-10.

Kemudian, ada Berry Angriawan/Hardianto di urutan ke-19. Walau Fajar/Rian paling berpeluang menjadi pasangan kedua setelah Marcus/Kevin, Herry enggan mengamininya. “Nanti PBSI yang akan menjawab,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagai persiapan, Herry mengatakan ada tiga turnamen yang akan jadi pemanasan sebelum berlaga di Asian Games untuk anak asuhnya. Turnamen pertama, ialah Malaysia Terbuka (26 Juni -1 Juli). Lalu, Indonesia Terbuka (3-8 Juli) dan turnamen ketiga, Kejuaraan Dunia yang berlangsung 30 Juli sampai 5 Agustus.

Herry mengatakan tidak semua turnamen akan diikuti oleh setiap pasangan yang dilatihnya. “Untuk kejuaraan dunia, kami tidak bisa mendaftarkan pemain seperti Indonesia Terbuka dan Malaysia Terbuka karena itu berdasarkan jatah yang ditentukan oleh ranking dunia,” beber dia. (OL-5)

BERITA TERKAIT