Polisi Ancam Tembak Pelempar Batu ke Jalan Tol


Penulis: Akmal Fauzi - 13 June 2018, 17:54 WIB
img
thinkstock

AKSI pelemparan batu dari jembatan penyeberangan orang (JPO) ke ruas jalan tol marak terjadi dalam sepekan ini. Polisi menyatakan tidak segan menembak pelaku jika kedapatan melakukan aksi serupa yang mengancam keselamatan pengendara tersebut.

“Kalau ada ditemukan pelaku pelempar batu kami tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas atau melumpuhkan. Ya saya ingatakan ini,” kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra saat jumpa pers pengungkapan pelaku pelemparan batu yang terjadi di ruas Tol Jagorawi, Rabu (13/6).

Tercatat, ada tiga kejadian aksi pelemparan batu dari JPO, satu di antaranya mengakibatkan seorang pengemudi meninggal dunia.

Dalam kasus pelemparan yang dilakukan dari Jembatan Malaka, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa (12/6) lalu, polisi menetapkan TZR, 17, dan HSRS, 14, sebagai tersangka. Keduanya melakukan pelemparan batu kepada pengemudi mobil Ford yang sedang melintas di jalan tol Jagorawi.

Tony menjelaskan, sebelum menjalankan aksinya, para pelaku mengumpulkan terlebih dahulu batu kerikil dan pecahan genting di sekitar JPO. "Mereka memiliki peran masing-masing agar batu tepat jatuh pada sasarannya," kata Tony.

Kepada polisi, kedua pelaku yang masih di bawah umur itu mengaku motif mereka melemparkan batu itu hanya iseng. "Dari hasil pemeriksaan mereka iseng, penasaran bagaiman kalau batu dilempar, efeknya seperti apa," ucap Tony

Saling terkait

Polisi masih akan terus mendalami apakah motif pelaku benar hanya iseng saja ataukah ada orang lain yang menyuruhnya. Polisi juga akan mendalami aksi kedua pelaku apakah berhubungan dengan kasus lainnya di Depok dan Bekasi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Metro Depok serta Bekasi, mereka sudah datang dan menginterogasi pelaku, masih mereka dalami juga apa ada keterkaitan dengan kasus sebelumnya," jelasnya

Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 170 (1) juncto 406 (1) KUHP tentang pengrusakan dengan sengaja. Ancamannya bisa di atas lima tahun penjara.

Di sisi lain, pihaknya telah membentuk tim gabungan yang bertujuan untuk mencegah aksi pelemparan batu. Tim gabungan dari polsek-polsek tersebut akan berpatroli di beberapa JPO di wilayah Jakarta Timur.

"Terkait penangkapan dua pelaku yang masih di bawah umur kami bentuk gabungan Polres Jakart Timur dan Polsek yang wilayahnya ada JPO, apakah JPO di atas tol atau JPO yang di jalan biasa sekitar Jakarta Timur," jelasnya

Tak hanya itu, untuk mengatasi aksi pelemparan batu ini, polisi meminta kepada instansi terkait agar pagar kawat dipasang di JPO.

"Terkait masalah ini kami sudah bersurat kepada Jasa Marga dan Wali Kota agar seluruh JPO dilakukan pemasangan pagar kawat, supaya batu nggak bisa dilempar ke bawah karena rapat ada pagar kawat," jelasnya. (OL-5)

BERITA TERKAIT