Sebut Gerindra Mainkan Isu SARA, Nuruzzaman akan Dipidanakan


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 13 June 2018, 16:33 WIB
Dok MI
Dok MI

TUDINGAN mantan Wakil Sekjen Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman dalam surat pengunduran dirinya, yang menyebut Gerindra sudah menyimpang dari arah awal, akan diperkarakan. Hal itu terkait penggunaan isu SARA dalam kampanye yang digunakan partai tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Nuruzzaman sudah melanggar sumpah kader, khususnya karena sudah menyudutkan Partai Gerindra. Untuk itu, pihaknya berencana akan melaporkan Nuruzzaman.

"Ucapan tendensi tentang SARA itu tidak benar. Kita akan laporkan dia nanti, pelaporannya kemungkinan sesudah lebaran, hal itu akan dibicarakan secara internal terlebih dahulu," tegas Sufmi saat dihubungi, Rabu (13/6).

Pelaporan tersebut menurut Sufmi adalah konsekuensi yang harus dipikul Nuruzzaman. "Jika persoalannya hanya perbedaan pandangan, itu hal yang biasa. Tapi itu menyudutkan Partai Gerindra. Maka hal tersebut akan dilaporkan," tambahnya.

Nuruzzaman dalam surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memang menuding mantan partainya itu hanya mengejar kekuasaan semata, dan mengeksplotasi isu SARA dalam melakukan kampanye.

"Manuver Gerindra yang sangat patriotik sekarang lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politis busuk yang hanya berkutat pada kepentingan saja, sama sekali hilang Indonesia raya yang ada di dada setiap kader Gerindra," begitu tulis Nuruzzaman dalam surat itu.
 
"Isu SARA yang sudah melampaui batas dan meletakkan Jakarta sebagai kota paling intoleran adalah karena kontribusi elit Gerindra yang semua haus kekuasaan dunia saja, tanpa mau lagi peduli pada rakyat di mana Bapak harusnya berpijak."

Terkait tudingan menyimpang dari arah awal, Sufmi justru mempertanyakan apakah Nuruzzaman mengerti haluan awal dari Partai Gerindra.

Ia menyebut Nuruzzaman dipandang tidak akan memberikan pengaruh apapun terhadap mesin politik Partai Gerindra, termasuk persiapan untuk pemilu, karena Nuruzzaman dipandang tidak aktif di partai.

"Coba di cek berapa banyak aktifitas dia, dia itu kurang aktif dipartai (meski memegang jabatan). Wakil sekjen itu ada sekitar 20 orangan, mundurnya dia (Nuruzzaman) tidak pengaruhi roda partai. Berbeda kalau posisinya seperti Wakil Ketua Umum yang mundur, baru akan berpengaruh," terang Sufmi.

Bahkan dirinya mengaku tidak mengenal sosok Nuruzzaman sebagai wakil sekjen. Dia pun menyebut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga tidak mengenal Nuruzzaman karena jarang muncul di kegiatan partai. (OL-5)

BERITA TERKAIT