MUI Imbau Khatib Salat Id Sebarkan Pesan Damai


Penulis: Dhk/X-4 - 13 June 2018, 08:10 WIB
img
MI/ADAM DWI

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam di Tanah Air menjadikan Hari Raya Idul Fitri 1439 H sebagai momentum menjaga perdamaian dan mengukuhkan kembali ikatan sesama anak bangsa.

Para khatib atau pengkhotbah pada salat Id diminta untuk tidak menyebarkan pesan-pesan yang bernuansa politik praktis dan memecah belah bangsa.

"MUI mengimbau kepada para khatib salat Idul Fitri untuk selain menyampaikan pesan peningkatan keimanan dan ketakwaan, khatib agar menjauhi tema-tema khotbah yang bernuansa dan bersuasana politik praktis yang bisa menimbulkan perpecahan umat Islam," tegas Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, khatib salat Id juga diminta menyampaikan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme, narkoba, minuman keras, LGBT, dan segala bentuk perbuatan negatif lainnya.

"Sampaikanlah persaudaraan dan kedamaian kepada para jemaah," tandasnya.

Selain itu, Ma'ruf mengajak para khatib mendoakan umat Islam di mana saja berada.

"Juga panjatkan doa untuk seluruh umat Islam di dalam negeri maupun luar negeri, khususnya umat Islam di Palestina, Rohingya, Kashmir, dan Syiria (Suriah) yang mengalami berbagai penderitaan dan tragedi kemanusiaan," tambahnya.

Dia juga menyampaikan agar pihak kepolisian dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri, baik pada saat perjalanan mudik, malam takbiran, maupun pada saat pelaksanaan salat Idul Fitri di lapangan, di masjid, surau, atau tempat lainnya.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammadiyah Amin mengatakan momentum Idul Fitri yang berdekatan dengan pesta demokrasi pilkada serentak di banyak daerah diminta tidak dimanfaatkan sebagai ajang politik praktis.

"Sebaiknya khatib tidak membicarakan politik praktis di dalam khotbahnya. Jagalah masjid dari politik sektarian, jangan biarkan mereka yang berbeda takut atau enggan masuk ke masjid hanya karena masjid tersebut memihak politik tertentu. Masjid adalah pertahanan umat untuk meredam segala bentuk perbedaan," jelasnya saat dihubungi kemarin. (Dhk/X-4)

BERITA TERKAIT