Cabang Berkuda tidak Patok Target Emas


Penulis: DG/DW/R-3 - 13 June 2018, 04:45 WIB
img
ANTARA

DARI cabang berkuda, Indonesia lebih memilih bersikap realistis dan tidak berani menargetkan medali emas pada Asian Games 2018 yang digelar dua bulan lagi.

Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata, menilai cabang olahraga berkuda masih sulit bersaing untuk meraih medali di ajang Asian Games 2018.

Dia menyebutkan sejumlah faktor menjadi kendala atlet berkuda Indonesia dalam meraih prestasi, seperti kualitas kuda yang bakal dipertandingkan, persoalan finansial, dan belum rampungnya pembenahan arena berkuda di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

"Orang luar nanti datang ke sini membawa kuda yang harganya di atas Rp10 miliar, tetapi kita tidak mempunyai kuda jenis itu. Kita hanya mempunyai kuda yang harganya Rp2 miliar. Otomatis kemung-kinan untuk menang pasti sulit," kata Alex di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin.

Masalah lainnya, lanjut Alex, seharusnya tuan rumah merasa lebih diuntungkan karena bisa lebih awal menjalani pemusatan latihan sehingga kuda-kuda yang dipertandingkan di Asian Games 2018 tidak akan mengalami demam panggung.

"Tetapi sampai saat ini, arena berkuda di Pulomas, Jakarta, belum bisa dipakai, malahan atlet-atlet berkuda Indonesia terpaksa berlatih sampai ke Jerman. Ha-rusnya sebelum joki negara lain berlatih, kuda-kuda kita sudah mengenal lapangan, ini justru enggak," papar Alex.

Di sisi lain, Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Alex Noerdin meninjau kesiapan pusat perbelanjaan atau mal dua bulan sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018.

Alex juga menyempatkan untuk menyosialisasikan perhelatan Asian Games 2018. "Kita hampir setiap hari menyosialisasikan Asian Games. Tidak hanya di Palembang, tapi juga di seluruh kabupaten/kota dan daerah lain," kata Alex.

Dia juga meminta kesempatan langka menjadi tuan Asian Games harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Indonesia.

BERITA TERKAIT