12 Karateka telah Lolos Seleksi


Penulis: Budi Ernanto - 13 June 2018, 04:30 WIB
img
ANTARA

DUA bulan jelang pelaksanaan Asian Games 2018, Pengurus Besar Federasi Karate-Do Indonesia (PB Forki) telah melakukan seleksi tahan kedua. Sebanyak 12 karateka dinyatakan lolos.

Seleksi para atlet karate untuk diterjunkan ke Asian Games 2018 tersebut dilakukan di Lembah Pinus, Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Senin (11/6).

Dalam keterangan PB Forki disebutkan ke-12 atlet tersebut ialah Ahmad Zigi Zaresta (kata putra), Rifky Ardiansyah (60 kg), Jintar Simanjuntak (-67 kg), Sandi Firmansyah (-75 kg), Romario Setiamu (-84 kg), dan I Made Budi Kertayasa (+84 kg).

Sementara itu, di nomor putri terdapat Nawar Kautsar M (kata), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cokorda Istri Agung Sanistyarani (-55 kg), Intan Nurjanah (-61 kg), Ceyco Goergia (-68 kg), dan Dessynta Rakawuni Banurea (+68 kg).

Ke-12 karateka itu merupakan atlet yang terbaik yang disaring dari proses panjang yang dilakukan PB Forki dalam menghadapi perhelat-an olahraga empat tahunan Asia ke-18 pada 18 Agustus-2 September mendatang.

Dalam seleksi tahap pertama di tempat yang sama pada 10 Maret lalu, Forki menyeleksi 28 karateka untuk mendapatkan hasil terbaik.

Pada tahap kedua, Forki menya-ring 24 karateka yang terdiri atas 18 atlet pelatnas dan 4 karateka yang pernah mengundurkan diri dari pelatnas.

Dua karateka lainnya ialah atlet berprestasi di Kejuaraan Piala Mendagri, kejuaraan South East Asian Karate Federation (SEAKF), dan kejuaraan Asian Karate Fe-deration (AKF). Dari hasil seleksi, 12 karateka terpilih untuk 12 kelas berbeda.

 

Pertandingkan 12 kelas

Cabang karate pada Asian Games 2018 yang dibuka 18 Agustus mendatang akan mempertandingkan 12 kelas. Namun, sesuai ketentuan yang berlaku, setiap negara hanya diizinkan berlaga di delapan kelas. Karena itu, Forki masih perlu menyeleksi lagi melalui analisis potensi atlet dan peluang di 12 kelas yang dipertandingkan tersebut.

"Kami memang hanya akan memasukkan delapan nama untuk tim inti Asian Games 2018 nanti. Entry by name-nya sendiri pada 30 Juni mendatang," kata Sekretaris Jenderal PB Forki Lumban Sianipar dalam keterangan persnya.

"Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memang menargetkan satu medali emas dari cabang karate. Tapi kami berharap bisa mendapatkan tiga medali emas di ajang Asian Games 2018 nanti," tambah Ketua Umum PB Forki Gatot Nurmantyo. Di ajang Asian Games 2018, lawan berat dan menjadi pesaing bagi karateka Indonesia ialah karateka dari Jepang, Iran, Malaysia, dan negara-negara pecahan Uni Soviet seperti Uzbekistan dan Kazakhstan,

Karena itu, Forki harus mampu melihat kelas yang memiliki peluang besar untuk merebut medali, terutama emas, bagi kontingan Indonesia. Apalagi, karate termasuk cabang yang diharapkan bisa merebut emas bagi tuan rumah Indonesia.

Harapan muncul karena dalam perjalanan Asian Games, Indonesia pernah menorehkan sejarah manis dengan merebut medali emas dalam Asian Games 1998 di Bangkok lewat Arif Taufan Syamsuddin, juga saat Asian Games 2002 di Busan, Korea Selatan, melalui Muhammad Hasan Basri.  (R-3)

BERITA TERKAIT