Lebaran, Tetap Jaga Pola Makan


Penulis:  (Pro/Ind/Dhk/H-2) - 13 June 2018, 01:45 WIB
img
thinkstock

LEBARAN identik dengan hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang daging, aneka kue, dan minuman manis. Meski hidangan tersebut berlimpah, konsumsi jenis-jenis makanan bergula dan berlemak tinggi itu perlu dibatasi. Terlebih untuk penderita diabetes dan hipertensi.

"Kolesterol bisa naik, gula darah meningkat karena kita lupa. Ketupat opor mengandung santan, rendang banyak lemak," ujar Menteri Kesehatan Nila F Moelek di Jakarta, Selasa (12/6).

Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat menjaga pola makan saat Hari Raya Idul Fitri nanti. Tujuannya mengantisipasi kambuhnya sejumlah penyakit. Seperti naiknya kadar gula darah dan kolestrol karena pola konsumsi yang berlebihan.
"Ingat prinsip piring makanku (panduan porsi makan). Ada panduan makan dengan gizi sehat dan seimbang," katanya.

Menurut Menkes, anjuran menjalankan puasa Syawal bagi umat muslim, yakni puasa sejak hari kedua Lebaran, baik dilakukan. Tujuannya orang tidak makan berlebihan. Ia pun mengingatkan agar masyarakat senantiasa memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada asupan makan selama Lebaran.

Selain hipertensi, diabetes, dan kolestrol yang meningkat, penyakit lain yang harus diantisipasi pasca-Lebaran, imbuh Menkes, ialah infeksi saluran napas, batuk, pilek, serta diare.

"Biasanya dialami orang dengan usia lanjut karena kelelahan silaturahim ke sana-sini. Kalau diare karena makan tidak sehat," pungkasnya.

Secara terpisah, dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam menganjurkan penderita diabetes, hipertensi, dan hiperkolesterol untuk melakukan kontrol ke dokter seusai Lebaran.

Peregangan otot
Terkait dengan perjalanan mudik, dokter spesialis kedokteran olahraga Nani Cahyani menjelaskan duduk terlalu lama di mobil, bus, kapal, ataupun pesawat dapat membuat tubuh tidak nyaman, pegal-pegal, dan timbul kelelahan. Hal itu tidak boleh dibiarkan karena bisa mengganggu kondisi kesehatan.

"Istirahat yang cukup wajib untuk penumpang dan pengemudi. Paling tidak, ketika duduk berlama-lama, kita perlu berdiri sejenak untuk meregangkan otot dan mencegah kram," ujarnya.

Jika mobil atau bus yang ditumpangi menepi, manfaatkan waktu untuk berjalan kaki sejenak agar kaki dan pinggang banyak bergerak. Namun, jika kendaraan tak berhenti sama sekali, lakukan peregangan sederhana sambil duduk, terutama menggerakkan bagian leher, kepala, bahu, dan tangan.

"Lakukan peregangan otot setiap 2 jam sekali. Lakukan gerakan peregangan dengan hitungan 1 hingga 8 kali lalu ulangi sampai terasa nyaman. Bagi yang naik pesawat misalnya, bisa berjalan-jalan di selasar pesawat agar tubuh tetap bergerak," ucapnya. (Pro/Ind/Dhk/H-2)

 

BERITA TERKAIT