Atletik Berpeluang Raih Medali di Asian Games


Penulis: Nurul Fadillah - 11 June 2018, 14:18 WIB
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TIM nasional atletik Indonesia terus menempa kemampuan menjelang Asian Games 2018, Agustus mendatang. Di sela-sela persiapan mereka, Pelatih asal Amerika Serikat Harry Marra turut hadir memantau perkembangan kemampuan para atlet di Jakarta.

Marra datang sejak pekan lalu dan akan menetap di Jakarta hingga 20 Juni mendatang. Kedatangan Marra adalah untuk mematangkan teknik para atlet agar mereka betul-betul siap dalam menghadapi pertandingan di multiajang terbesar se-Asia tersebut.

Marra pun mengatakan, atlet atletik Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Mereka dipastikan mampu bersaing dengan atlet-atlet Asia dan memiliki peluang untuk menyumbangkan emas bagi Indonesia.

"Setidaknya tunjukkan yang terbaik. Jika mereka mampu menampilkan yang terbaik untuk meraih target, saya bisa katakan mereka bisa memburu medali di Asian Games, itu targetnya. Kita ada kans di lompat jauh putri melalui Maria Londa, kemudian di 100 meter, atlet junior. Lalu Muhammad Zohri juga baru saja meraih emas di Kejuaraan Asia Junior 2018, kemudian di nomor estafet 4 x 100 meter, bisa di nomor apa saja," jelas Marra di sela-sela latihan bersama timnas atletik di Stadion Madya, Jakarta, Senin (11/6).

Marra menambahkan, setelah menjalani pemusatan latihan di Santa Barbara, California, April lalu, performa timnas atletik memang mengalami peningkatan, khususnya 13 atlet yang berangkat ke sana.

Menurut Marra, dua bulan menjelang Asian Games, latihan para atlet akan difokuskan pada pematangan teknik dan timing yang tepat saat menentukan gerakan.

"Prioritas latihan mereka adalah kualitas bukan kuantitas latihan, sehingga tidak ada lagi volume latihan, tidak dalam performa yang bagus pada saatnya karena yang tersisa tinggal enam hingga tujuh pekan menuju Asian Games. Jadi, sekarang tinggal masalah teknik. Kalau soal fisik, mereka sudah berada dalam kondisi yang bagus dan sudah ditempa sejak Oktober hingga April kemarin. Sehingga sudah tidak ada waktu lagi untuk menempa fisik sekarang tinggal teknik saja," tandas Marra.

Sementara itu, atlet lompat jauh, Maria Natalia Londa mengatakan, sejauh ini dirinya tengah berupaya melampaui lompatan terbaiknya, yakni 6.70 meter.

Menurut Maria, selama dua tahun terakhir, lompatan terbaiknya hanya mencapai 6.52 meter.

"Tadi lompatan latihan terakhir 6.40 semoga dua bulan lagi semakin baik, target lompatan saya yang jelas meningkat dari prestasi terakhir saya di 6.70. Mudah-mudahan dilancarkan semuanya jangan sampai ada cedera. Latihan seperti biasa karena kita nomor teknik, itu difokuskan ke lima langkah sebelum papan tumpu, posisi di udara dan posisi take off, kalau saya lima langkah terakhir sama posisi di atas papan tumpu yang harus diperbaiki," jelas Maria.

Maria sudah mulai memantau lawan-lawan terkuatnya di Asia saat Asian Games nanti. Menurut Maria, saat ini, peringkat teratas diduduki atlet Bahrain dengan jarak 6.74 meter.

"Di Range Asia memang masih Bahrain di posisi tertas, kemudian di 6.51 ada India, nah yang belum kelihatan itu ada Filipina, Vietnam, Tiongkok, Korea dan negara-negara pecahan Eropa , seperti Kazakhstan dan Uzbekistan yang belum terlihat. Tapi, prinsip syaa latihan semaksimal mungkin apa yang saya bisa tanpa melihat lawan," pungkas Maria. (OL-2)

BERITA TERKAIT