Mendulang Rupiah hingga Setengah Miliar


Penulis: Rendy Ferdiansyah/I-2 - 10 June 2018, 09:30 WIB
img
MI/RENDY FERDIANSYAH

GEMA suara takbir dan tahmid tidak akan lama lagi akan dikumandangkan umar Islam di seluruh penjuru dunia. Namun, gema takbir dan takmid pertanda Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran dirayakan.

Ternyata H-10 Hari Raya Idul Fitri memberikan berkah tersendiri bagi usaha rumahan atau lebih dengan kenal dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya usaha pembuatan kue-kue Lebaran.

Menjelang hari raya, usaha pembuatan kue basah dan kue kering ini selalu mendulang rupiah, tak tanggung-tanggung industri rumahan ini mampu meraup omzet hingga Rp500 juta.

Seperti omzet penjualan lapis susu zulaikha, dalam sepuluh hari terakhir sebelum Lebaran Idul Fitri 1439 Hijrah meningkat 100% jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Owner lapis susu zulaikha, Zulaikha, mengatakan pihaknya memproduksi 3.000 loyang kue lapis susu dan lapis gulung dengan mempekerjakan 18 orang karyawan. Ia juga memproduksi 13 jenis aneka kue kering.

"Alhamdulillah berkah Ramadan dan Idul Fitri, kami kebanjiran orderan kue lapis susu. Dalam sepuluh hari terakhir omzet sekitar Rp450 juta-Rp500 juta dengan modal kisaran Rp300 juta," ungkap Zulaikha.

Peningkatan omzet ini seiring pesenan kue menjelang Lebaran. Padahal, pada hari-hari biasa ia hanya memproduksi 30 loyang kue setiap hari dengan omzet Rp3 juta-Rp5 jutaan. "Saya merekrut 18 anak buah untuk membantu, mereka bisa mencapai Rp400.000/hari, tergantung kecepatan memanggang," jelasnya.

Semakin laris

Ia memulai bisnis ini sejak 2013 dengan mengantongi modal Rp20 juta. Seiring perkembangan, produknya semakin laris. Zulaikha juga aktif mengikuti berbagai kegiatan dinas koperasi dan UMKM dan menjadi binaan UPPKS BKKBN Babel.

"Sekarang bahan baku ada kenaikan harga sehingga harga kue juga meningkat, sebelumnya Rp170.000/loyang sekarang Rp180.000/loyang, kami juga kesulitan mendapatkan gas," ujarnya.

Pihaknya tidak lagi menerima pesanan kue karena tinggal mengerjakan pesanan orderan konsumen.

"Pasaran sudah cukup luas, kita juga kirim ke Belitung dan beberapa toko snack di Babel," ulasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel Elfiena mengatakan UMKM di Babel mengalami peningkatan produksi yang cukup banyak, terutama makanan seperti kue basah dan makanan olahan ikan.

"Mereka produksinya bukan lagi untuk pasar lokal, tetapi sudah dikirim ke luar daerah. Pelaku UMKM kita mengalami peningkatan pesenan dan otomatis produksi mereka juga meningkat," terang Elfie.

Ia terus membina pelaku UMKM yang ada di Babel agar terus meningkatkan usahanya dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Seperti lapis susu zulaikha ini, ia merekrut pekerja dari lingkungan sekitar, inikah memberdayakan tenaga kerja masyarakat dan meningkatkan pendapatan mereka," imbuhnya.

Ia mengapresiasi upaya dan kinerja yang dilakukan pelaku UMKM di Babel yang sudah bisa mandiri dan memasarkan produknya hingga ke luar Babel. (Rendy Ferdiansyah/I-2)

BERITA TERKAIT