Guru-Guru se Jawa Tengah Puji Ganjar Pranowo


Penulis: Haryanto - 07 June 2018, 19:50 WIB
img
MI/haryanto mega

PERSATUAN Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah menilai kinerja calon gubernur Jateng petahana Ganjar Pranowo memberi kesan yang mendalam terhadap dunia pendidikan.

Karenanya, PGRI siap kembali bekerja sama dengan Ganjar jika kembali terpilih sebagai Gubernur.

"PGRI mengakui kinerja impresif Gubernur Ganjar pada periode pertama dalam dunia pendidikan sehingga kami siap diajak bicara lagi ke depan," ujar Ketua PGRI Provinsi Jeteng Widadi saat berdialog dengan Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis (7/6).

Dialog tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia PGRI Sudharto dan Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Muhdi, serta puluhan pengurus dan anggota PGRI Jateng.

Rektor UPGRIS Muhdi juga mengapresiasi inisiatif Ganjar dalam memperjuangkan nasib guru-guru tidak tetap hingga ke Presiden Joko Widodo. "Bahkan berkat perjuangan Ganjar Pranowo bersama PGRI, pemerintah pusat menyatakan akan merekrut 100 ribu guru," kata Muhdi.

Dia bahkan mendoakan Ganjar Pranowo kembali terpilih sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023 sehingga bisa bekerja sama lebih baik lagi dengan PGRI. "Kami siap membantu Pak Ganjar dalam berkontribusi memikirkan pendidikan di Jateng," kata Muhdi.

Peserta dialog mengusulkan agar pejabat di jajaran Dinas Pendidikan ditempati orang-orang yang berkompeten dan ada bantuan alat kesenian berupa gamelan di sekolah-sekolah.

Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo menyatakan, solusi pendidikan Indonesia bukan dengan meniru sistem dari Finlandia. Namun pendidikan harus dikembalikan pada substansi mendidik yakni menempa moral dan etika manusia.

"Saya pernah ke sana (Finlandia), pejabat tingginya orang partai. Saya tanya bagaimana anda memisahkan kepentingan politik dan profesionalisme birokrasi. Jawabnya etika�," katanya.

Suami Siti Atikoh itu bercerita juga bagaimana ia menggulirkan Peraturan Gubernur tentang pembatasan emisi kendaraan di lingkungan Pemprov Jateng. Setiap hari Jumat, seluruh pegawai termasuk gubernur dilarang membawa kendaraan pribadi. Boleh naik sepeda, jalan kaki, atau kendaraan umum.

"Tapi saya cabut lagi pergub itu karena semua cheating (curang). Bawa mobil diparkir di Taman KB. Ironisnya yang pertama kali melanggar itu Satpol PP yang seharusnya menegakkan pergub. Jadi ini soal moral dan etika, sistem dan regulasi nanti dulu deh," katanya.

Maka soal etika harus selesai di tingkat pemimpin, penegak hukum, dan pengajar. Ganjar mengaku sedih ketika mendapati kenyataan masih banyak guru yang menyogok untuk naik pangkat jadi kepala sekolah. Ia juga prihatin ada orang yang mau mendirikan sekolah tapi mencoba kolusi.

Soal ini berpangkal pada cerita Ganjar ketika dihubungi seseorang yang ingin mendirikan sekolah SMA. Orang itu menyatakan akan mendukung Ganjar pada Pilgub jika izin pendirian sekolah diterbitkan.

"Saya bilang silahkan mendaftar nanti diverifikasi, eh dijawab wong mau didukung kok nggak mau bantu’, saya balas lagi kalau mendukung silakan, kalau pakai syarat tidak usah," tegasnya. (A-1)
 

 

BERITA TERKAIT