Jam Tangan Bertahta Berlian Harga Satu Jutaan, Beneran ?


Penulis: Muhammad Zen - 06 June 2018, 08:00 WIB
img
Ist

WAKTU adalah uang, mungkin ungkapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Saat ini jam tangan tidak melulu soal waktu, tetapi juga aksesori yang bisa membuat pemakainya menjadi lebih percaya diri dalam penampilan.

Hal itulah yang dilakukan Casio Singapore Pte.,Ltd., Jakarta Representative Office saat meluncurkan beberapa produknya di Indonesia mulai awal tahun ini. Salah satu yang menarik adalah jam tangan bertahtakan berlian.

Chief Representative, Casio Singapore Pte., Ltd., Jakarta Representative Office, Hirokazu Satoh mengatakan Casio selalu memperhatikan kualitas dan original.

“Tentunya berlian yang ada di jam tangan tersebut adalah asli. Ini yang selalu kita perhatikan kualitas dan original,” jelas Satoh saat menghadiri buka puasa bersama di Sahid Jaya Hotel Jakarta, Senin (4/6).

Belum diketahui pasti besaran karat berlian yang akan dipasang di bagian atas dan bawah arloji tersebut. Namun yang pasti berliannya bukan diambil dari wilayah-wilayah konflik dan eksploitasi anak.

Menurut Business Relation Manager Casio Singapore Pte.,Ltd. Destria Ray Natalia, jam tangan ini didesain untuk wanita namun bukan berarti pria tidak bisa menggunakannya, desainnya yang apik saat dikenakan membuat pria juga bisa memilikinya.

''Rencananya jam tangan ini baru diluncurkan pada kisaran Juli atau Agustus mendatang dengan harga dibawah 1 juta-an agar bisa dimiliki oleh banyak kalangan masyarakat. Waktu pastinya peluncuran jam tangan tersebut akan segera disampaikan,'' ujar Destria.

Selain informasi mengenai jam tangan berlian, dalam kesempatan itu dimainkan juga alunan musik lembut dari CT-X5000, salah satu dari CT-X Series, seri keyboard terbaru dari Casio yang mampu mereproduksi suara instrumen akustik yang sangat dekat dengan suara aslinya. Juga diperlihatkan proyektor Casio 4K dan ultra HD. Proyektor bebas merkuri sudah diperkenalkan Casio sejak tahun 2010 sebagai kontribusi dan respon kreatif Casio terhadap merebaknya sindrom Minamata yang sempat menyerang Jepang di tahun 1956. (OL-7)

BERITA TERKAIT