Puasa Bermanfaat Memperlambat Penuaan


Penulis:  (Sru/H-2) - 06 June 2018, 02:00 WIB
img
MI/USMAN ISKANDAR

PROSES penuaan memang tidak bisa dihindari. Akan tetapi, proses alami tersebut bisa diperlambat dengan beberapa cara. Salah satunya dengan berpuasa. Menurut pakar antiaging dr Liza Widjaja MBiomed, puasa memiliki dampak positif bagi organ tubuh manusia, yakni merangsang regenerasi sel.

"Dengan berpuasa organ tubuh diberi waktu lebih banyak untuk melakukan pembelahan atau pembuatan sel baru. Karena saat puasa tubuh tidak terbebani dengan kerja memproses makanan terus-menerus," jelasnya pada diskusi kesehatan bertajuk Manfaat (lain) di balik puasa yang digelar PT Kalbe Farma Tbk melalui produk H2 Health dan Happiness di Jakarta, pekan lalu.

Liza menjelaskan, puasa membuat masukan kalori dari makanan berkurang 20%-40%. Dari pengurangan tersebut, sel memiliki waktu yang lebih panjang untuk memperbarui sel yang rusak seperti di hati dan jantung.

"Ini penelitian yang sudah dilakukan terhadap hewan. Dari penelitian itu terbukti hewan yang berpuasa memiliki umur yang lebih panjang," imbuhnya.

Selain itu, lanjut dokter dari klinik Estetiderma itu, puasa dapat meningkatkan pengeluaran toksin yang dihasilkan secara biokimia di tubuh.

"Penuaan lebih disebabkan oleh kerusakan protein secara terus menerus. Namun dengan rajin berpuasa tidak hanya di bulan Ramadan, misalnya, puasa Senin-Kamis, hal tersebut dapat dihambat sehingga organ tubuh lebih sehat. Ini memang dampaknya jangka panjang," terang Liza.

Tentu saja, sambungnya, gaya hidup sehat juga wajib diterapkan jika ingin memperlambat penuaan. "Makan bergizi seimbang, tidak berlebihan, istirahat cukup, terus beraktivitas, dan kelola stres dengan baik, nutrisi dan mengatasi stres, serta terus beraktivitas," sarannya.
Hal senada juga disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ari Fahrial Syam. Ia menjelaskan, detoksifikasi atau pembuangan racun sangat dibutuhkan tubuh. Proses itu bisa ditingkatkan dengan berpuasa.

"Secara normal tubuh terus memproses makanan setiap harinya. Lambung membutuhkan 6-8 jam untuk melakukan pengosongan. Jika kita makan terus, proses detoksifikasi tidak maksimal karena tubuh sibuk memproses makanan yang masuk," terangnya.
Puasa juga memungkinkan lemak tubuh dipecah menjadi energi. Manfaatnya, kadar kolesterol jahat akan turun. "Tubuh memang membutuhkan puasa," tandasnya.

Suplemen makanan
Pada kesempatan sama, Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk, dr Claudia Anggi, mengatakan gaya hidup saat ini berpotensi membuat daya tahan tubuh lemah sehingga rentan terhadap berbagai penyakit. Gaya hidup yang dimaksud antara lain makan sembarangan, kurang istirahat, dan tuntutan pekerjaan yang memicu stres.

Untuk itu, lanjutnya, konsumsi produk suplemen yang terbuat dari bahan alami teruji bisa membantu meningkatkan kondisi tubuh. "Beberapa bahan seperti ekstrak biji melinjo dan jintan hitam terbukti bermanfaat. Dalam biji melinjo terkandung resveratrol (gnetin C) yang berperan sebagai antioksidan. Adapun jintan hitam atau habbatussauda mengandung zat aktif thymoquinone yang memiliki banyak manfaat," terangnya. (Sru/H-2)

 

BERITA TERKAIT