Relawan Mulai Kampanyekan Kotak Kosong Pilkada Makassar


Penulis: Lina Herlina - 05 June 2018, 14:57 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Pemilihan Wali Kota Makassar sempat melalui perjalanan hukum yang panjang, saling gugat oleh pasangan calon yang ada. Tapi akhirnya, menjelang sebulan sisa waktu tahapan Pilkada serentak putaran ketiga 2018, dipastikan, jika Pilwalkot Makassar hanya diikuti oleh satu pasangan calon saja.

Karenanya, Selasa (5/6) di bawah jalan layang Makassar, Relawan Kolom Kosong (Rewako) menggelar aksi mengkampanyekan kolom kosong dengan tema, 'Selamatkan suara rakyat Makassar, menangkan kolom kosong'.

Aksi yang dikoordinir Ansar Manrulu, sebagai koordinator Rewako Makassar, mengakatan, kegiatan mereka gelar, setelah mencermati perkembangan situasi politik terkini di Kota Makassar, Pilkada hanya diikuti satu pasangan calon yang akan berhadapan kolom atau kotak kosong.

"Ini kami anggap kemunduran demokrasi. Bagaimana tidak, mayoritas rakyat Makassar sesuai dengan hasil survei menunjukkan bahwa ada sekitar 70 - 80% rakyat Makassar menginginkan calon lain," seru Ansar, yang sayangnya tidak menyebutkan surveinya dari mana.

Ia juga berpandangan, pemilihan langsung yang merupakan produk reformasi, sudah didesain sedemikian rupa agar semua pihak bisa ikut berkompetisi secara sehat.

Yaitu bila jalur partai tidak dimungkinkan, diberikan ruang lewat mekanisme perorangan agar rakyat benar-benar bisa punya banyak pilihan.

"Tapi di Makassar, tidak demikian. Sehingga kami dari beberapa organisasi bergabung mendeklarasikan terbentuknya Relawan Kolom Kosong (Rewako) Makassar 2018, sebagai manifestasi perlawanan rakyat untuk menyelamatkan suara rakyat dan Kota Makassar," pungkasnya.

Sementara itu, pasangan tunggal Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) bersama 10 koalisi partai politik pengusungnya juga terus bergerak. Mereka tidak ingin lengah menghadapi kolom kosong.

Semua parpol pengusung pasangan ini, yaitu Golkar, NasDem, Gerindra, PAN, PPP, PBB, PKPI, PKS, PKB dan Hanura juga makin solid memenangkan pasangan yang mereka usung. Semua kader partai bergerak.

Seperti halnya dilakukan, Sangkala Saddiko, Anggota DPDR Makassar dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Ia makin gencar menyosialisasikan, agar masyarakat cerdas menyalurkan hak suaranya di Pilkada Makassar, dengan memilih kolom yang bergambar, bukan kolom kosong.

Menurutnya, kolom kosong yang dikampanyekan pihak tertentu diakuinya tidaklah memilki harapan untuk memajukan Makassar. "Untuk itu, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak memilih duet Appi-Cicu jika menginginkan Makassar maju dan berkembang lebih baik. Maka, abaikan kolom kosong," tandas Sangkala. (OL-4)

BERITA TERKAIT