Melongok Sejarah Tiongkok di Tembok Besar Yanchi


Penulis: Brian B Hendro - 02 June 2018, 19:55 WIB
img
MI/BRIYAN B HENDRO

SEBAGAI salah satu bangsa terbesar di dunia, peradaban Tiongkok amatlah tua dan kompleks. Sejak ribuan tahun lalu, Tiongkok telah menuliskan tinta sejarah panjang hingga menjadi negara maju seperti saat ini.

Jejak sejarah tersebut dapat terlihat di tembok besar di Yanchi yang berada di provinsi Ningxia, utara Tiongkok. Saat menelusuri jalur perdagangan kuno paling terkenal di dunia, Jalur Sutra dari Inner Mongolia, Yanchi merupakan salah satu daerah yang saya lewati akhir April lalu.

Gelap telah tiba saat saya tiba di Yanchi. Namun, gemerlap lampu gerbang kota, Yanchi Great Wall Fortress, membuat syahdu suasana malam. 

Esok paginya, sebelum melanjutkan perjalanan, saya menyempatkan diri singgah ke Yanchi Great Wall atau Tembok Besar Yanchi.  Menurut Amel, pemandu Grand China Travel yang menemani saya, tembok besar ini telah berdiri sejak 600 tahun lalu, pada era Dinasti Ming. 

“Tembok ini dahulu berfungsi sebagai pertahanan dari serangan bangsa Mongol,” ujarnya.

Tak jauh dari sana, terdapat Wuzhong Trap City, sebuah tembok besar berbentuk persegi yang di tengahnya tempat jebakan.

“Jadi musuh yang datang akan dibiarkan masuk melalui pintu, kemudian ditutup. Lalu musuh diminta menyerah untuk menjadi budak. Jika musuh melawan, akan dipanah dari bagian atas tembok oleh para prajurit saat itu,” jelas Amel.

Saat ini, kawasan Yanchi Great Wall menjadi salah satu objek wisata andalan provinsi Ningxia. Sebagai suatu situs historis, tembok berusia ratusan tahun ini tetap tampak terawat, bahkan saya tak melihat secuil pun sampah atau coretan vandalisme di sudut-sudut tembok.

Bukan sekadar pemikat turis, di pagi hari, warga pun beramai-ramai untuk beraktivitas di kawasan Yanchi Great Wall, mulai dari menari tradisional, senam, hingga sekadar berlari menyusuri panjangnya tembok yang mengelilingi kota. Di beberapa bangunan cagar budaya juga tampak masih berfungsi sebagai perpustakaan dan pusat pendidikan untuk siswa sekolah.

Betapa hebatnya perjalanan masa lalu bangsa Tiongkok, juga bagaimana mereka melestarikan situs sejarah sebagai pusat kegiatan masyarakat. Pepatah 'tuntutlah ilmu hingga ke Negeri Tirai Bambu' saya rasa masih relevan bagi kita jika ingin memajukan wisata sejarah yang begitu banyak di bumi nusantara. (OL-5)

Yanchi Great Wall yang dahulu berfungsi untuk membendung serangan dari Bangsa Mongol. MI/BRIYAN B HENDRO

Salah satu bangunan cagar budaya yang terdapat di Yanchi Great Wall. MI/BRIYAN B HENDRO

Suasana di dalam ruangan cagar budaya yang kini menjadi perpustakaan dan pusat pendidikan. MI/BRIYAN B HENDRO

 

BERITA TERKAIT