Megahnya Masjid Dongsheng, Masjid Semata Wayang di Ordos


Penulis: Briyan B Hendro - 01 June 2018, 19:42 WIB
MI/BRIYAN B HENDRO
MI/BRIYAN B HENDRO

TIONGKOK dikenal sebagai negara yang menganut paham komunis. Namun, siapa sangka, ternyata di Ordos, ibu kota Inner Mongolia, salah satu provinsi di utara Tiongkok yang berbatasan langsung dengan negara Mongolia, terdapat masjid yang megah dan mampu menampung hingga ribuan jamaah.

Masjid Dongsheng, seperti namanya, terletak di Distrik Dongsheng, pusat kota Ordos, Inner Mongolia. Beruntung, saat saya mengunjunginya sembari menunggu waktu Magrib tiba, akhir April lalu, saya turut berjumpa dengan sang imam masjid.

Yusuf Ting, nama imam masjid, yang juga penduduk asli Ordos. Ia berasal dari suku Dongxiangs, salah satu suku muslim di Tiongkok.

Menurut Yusuf, masjid dibuka 24 jam dan membebaskan siapa saja yang mau mengunjunginya baik untuk beribadah atau sekadar melepas lelah.

Biasanya, sekitar 50 orang muslim Ordos tiap harinya beribadah di masjid ini. Namun, saat bulan Ramadan seperti saat ini, masjid akan lebih ramai dari biasanya. "Bahkan, saat Idul Fitri atau Idul Adha, ribuan umat muslim di Ordos akan berkumpul di sini untuk menunaikan salat Id sekaligus bersilaturahmi," jelas Yusuf.

"Umat muslim di sini–Ordos—ada sekitar 1.000 orang, tapi yang rutin ke masjid hanya 50 orang karena jarak rumah dengan masjid yang sangat jauh," lanjut Yusuf.

Lokasi Masjid Dongsheng amat strategis, yakni berada di perempatan jalan besar di antara Tuanjie Road dan Nanhuan Road. Bangunan masjid yang bercat putih memberi kesan elegan dan modern. Kubah besar berwarna putih akan berubah disinari cahaya lampu berwarna hijau saat gelap menjelang terlihat nyentrik di balik lalu-lalang kendaraan.

Tidak hanya untuk beribadah salat, bagian dalam masjid juga banyak terdapat berbagai ruangan, seperti ruangan untuk belajar agama, ruang serbaguna, hingga ruang makan yang tentunya menyajikan aneka masakan yang halal.

Hiasan kaligrafi pun disajikan dalam dua bahasa, bahasa Mandarin dan Arab.

Masjid Dongsheng dibangun sejak 2008, lalu mulai digunakan untuk beribadah pada 2012. "Dana pembangunan masjid ini dari pemerintah," jelas Yusuf.

Meski menjadi minoritas, hal tersebut menunjukkan bahwa umat muslim tetap mendapat perhatian dari pemerintah Tiongkok. (OL-5)

Tulisan nama Masjid Dongsheng yang berada di bagian luar masjid disajikan dalam dua bahasa, Mandarin dan Arab. MI/BRIYAN B HENDRO

 

Interior di bagian halaman dalam Masjid Dongsheng di Ordos, Inner Mongolia. MI/BRIYAN B HENDRO