Targetkan Partisipasi 77,5%, KPUD Kota Denpasar Sosialisasi di Bale Banjar


Penulis: Arnoldus Dhae - 01 June 2018, 13:32 WIB
img
Ilustrasi

KPUD Denpasar menggelar sosialisasi untuk Pilgub Bali. Pada Jumat (1/6), sosialisasi diawali dengan apel peringatan hari kesaktian Pancasila yang akan digelar di Parkir Timur Lapangan Renon Denpasar.

Hadir dalam peringatan tersebut sekitar 500 orang mulai dari unsur KPUD Kota Denpasar dan jajarannya, unsur Bawaslu Kota Denpasar dan jajarannya, unsur PPK dan jajaran, unsur PPS dan jajarannya. Upacara dipimpin langsung oleh Ketua KPUD Kota Denpasar Gede John Darmawan. Usai upacara, seluruh peserta melakukan turing keliling Kota Denpasar.

Rombongan turing semuanya menggunakan sepeda motor dengan didahului oleh pemandu turing dari kepolisian. Turing itu menyinggahi 4 pasar tradisional di 4 titik Kota Denpasar. Saat tiba di pasar, acara dilanjutkan dengan penyerahan kotak sosialisasi kepada perwakilan pedagang yang berisikan ajakan untuk datang ke TPS pada tanggal 27 Juni 2018.

Menurut Ketua KPUD Kota Denpasar, Gede John Darmawan, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi di 420 bale banjar atau balai pertemuan yang ada di setiap banjar, desa dan kelurahan di Kota Denpasar.

"Sampai saat ini tim kami siang dan malam tanpa kenal lelah melakukan sosialisasi di bale banjar dan pasar. Kami sudah menggelar pertemuan dan sosialisasi di 420 balai pertemuan di seluruh Kota Denpasar," ujarnya.

Menurutnya, gencarnya sosialisasi Pilgub ini dilakukan karena KPUD Kota Denpasar menarget tingkat partisipasi Pilgub sebesar 77,5 persen. Upaya ini harus terus menerus dilakukan karena hingga saat ini masyarakat belum berpartidipasi optimal.

Dikatakan John, hasil pengamatan selama ini selama dilakukan sosialisasi menunjukkan, masyarakat itu sudah tahu bahwa ada Pilgub tanggal 27 Juni 2018. Masyarakat juga sudah tahu dan kenal dengan pasangan calon baik nomor urut 1 maupun nomor urut 2.

"Pertanyaan sekarang, kenapa tingkat partisipasi masyarakat belum optimal. Setelah diteliti, ternyata banyak masyarakat yang tidak mau datang ke TPS di saat pencoblosan. Itulah sebabnya, sekarang kami melakukan sosialisasi bukan lagi berbicara soal tangga 27 Juni, atau soal pasangan calon. Kami fokuskan agar masyarakat datang ke TPS dan coblos. Kami fokus meminta masyarakat untuk datang ke TPS dan coblos," ujarnya.

Menurut John, KPUD Kota Denpasar belajar dari pengalaman Pilkada sebelumnya. Pada Pilkada Kota Denpasar periode sebelumnya, tingkat partisipasi publik hanya mencapai angka 54 persen. Hal ini karena Pilkada tahun 2015 lalu, yang tinggal di Denpasar bukan hanya warga Denpasar, tetapi dari luar Denpasar.

Saat ini memang bertepatan dengan hari raya dimana warga yang sudah memiliki KTP Denpasar akhirnya pulang ke kampung halamannya untu upacara keagamaan. "Mereka banyak yang pulang kampung. Saat hari pemilu mereka pulang kampung," ujarnya. Namun di Pileg 2014, partisipasi masyarakat mencapai 74 persen dan Pilpres tingkat partisipasi mencapai 79 persen. TPS berjumlah 816 TPS dan tersebar di seluruh desa dan kelurahan yang ada. (OL-4)

BERITA TERKAIT