Lentera Fanoos, Dekorasi Khas Ramadan Asal Mesir


Penulis: Yatin Suleha - 01 June 2018, 06:00 WIB
(Foto: Courtesy of Egyptianstreets.com)
(Foto: Courtesy of Egyptianstreets.com)

TRADISI perayaan hari-hari besar di seluruh dunia memang menarik. Misalnya saat Ramadan di Indonesia ramai pedagang makanan di sepanjang jalan untuk sajian berbuka puasa. Tak kalah penting juga mempersiapkan jamuan makanan ringan di rumah untuk para tamu.

Di New Delhi, India juga ada perayaan berbuka bersama di halaman depan masjid selama satu bulan penuh. Dan yang tak kalah menarik juga di Mesir saat Ramadan rumah-rumah dipercantik dengan lentera bernama Fanoos yang digantung ataupun di letakkan di sudut rumah.

Asal Mula Lentera Fanoos
Penggunaan lentera tradisional Fanoos sebagai dekorasi terkait dengan Ramadan diyakini berasal selama Kekhalifahan Fatimiyah (al-Fathimiyyun), terutama berpusat di Mesir, di mana tradisi menyatakan bahwa Khalifah Al-Muizz Lideenillah disambut oleh orang-orang Mesir yang memegang lentera untuk merayakan kedatangannya di Kairo selama bulan suci Ramadan. Penggunaannya kini telah menyebar ke hampir semua negara Muslim, terutama di Timur Tengah.

Dekorasi Fanoos Ramadan di Kairo yang berarti lampu atau cahaya, secara luas dikenal dengan nama Fanous Ramadan atau Fanoos Ramadan dan sekarang dikenal sebagai Lentera Ramadan.

Penggunaan Lentera Fanoos
Saat ini penggunaan lentera cantik ini telah berkembang dari yang terbuat dari kertas menjadi terbuat dari baja (logam) dan dipercantik dengan kaca yang berwarna-warni. Dan sekarang ini juga digunakan di banyak tempat lainnya seperti mal atau hotel.

Lentera Fanoos ini punya arti tersendiri di hati masyarakat Mesir karena banyak diasosikan sebagai perayaan ketika bulan Ramadan tiba.

"Lentera Fanoos ini punya nilai tersendiri secara kultural dengan napas festival atau kemeriahan-bukan dari sisi religiusnya. Sekaligus ikut menghadirkan kembali warna dari sisi era kekuasaan dinasti The Fatimid Caliphate yang memerintah sejak 5 Januari 909 hingga 1171," tulis Seasia.co.(medcom/OL-6)

BERITA TERKAIT