Pemuda Yogyakarta 'Ngaji On the Street'


Penulis: Patricia Vicka - 01 June 2018, 05:30 WIB
Medcom.id/Patricia Vicka
Medcom.id/Patricia Vicka

BEBERAPA pria berpeci dan berbaju koko duduk bersila di pinggir trotoar kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, DI Yogyakarta. Mereka memejamkan mata sambil memegang mikrofon. Tak beberapa lama kemudian, lantunan ayat-ayat suci Alquran sayup-sayup terdengar di tengah hiruk pikuk lalu lalang kendaraan.

Lantunan merdu tersebut berasal dari bibir para pemuda berpeci. Mereka adalah aktivis Persaudaraan Dai Indonesia (Pos Dai) Provinsi DI Yogyakarta dan Garda Jogja yang tengah melakukan Ngaji on the Street (Ngaos) Istimewa.

"Kami ingin membumikan Alquran agar masyarakat semakin terbiasa membaca Alquran di mana pun berada. Alquran menjadi bagian dari aktivitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat Islam," ujar Ketua Pos Dai Provinsi DIY, Mansur, di Yogyakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

Menurut Mansur, dalam keyakinan umat muslim, bulan Ramadan adalah bulan pahala dilipatgandakan. Termasuk, membaca Alquran. Momentum ini seharusnya tak dilewatkan umat muslim.

Tak hanya melantunkan ayat suci, Pos Dai juga mengajak masyarakat membaca Alquran. Mereka membuka Pos Alquran di sekitar monumen Batik jalan Malioboro untuk mengajarkan cara membaca alquran. Aktivis masjid dan santri di Yogyakarta dilibatkan dalam acara ini.

Pos Alquran berbentuk sederhana. Tak ada tenda atau atap penutup. Hanya ada tikar digelar sebagai alas duduk warga yang mau belajar membaca alquran.

"Kami siapkan lima meja khusus untuk masyarakat umum yang ingin belajar baca Alquran tanpa dipungut biaya. Pembelajaran baca Alquran ini dibimbing langsung guru ngaji berpengalaman dari Pos Dai DIY dan Garda Jogja," terang Mansur.

Humas Garda Jogja, Agus Arif Budiman menambahkan, Pos Dai DIY dan Garda Jogja turut membagikan takjil gratis kepada tukang becak, pedagang asongan, dan masyarakat pengguna kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

"Kami mengekspresikan rasa syukur karena masih dipertemukan dengan Ramadan dengan cara tebar takjil di kawasan yang cukup padat di Yogyakarta ini. Sebagian dana berasal dari donasi simpatisan yang mendukung kegiatan kami saat ini," kata Agus.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini cukup mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang sedang ngabuburit di sekitar titik nol km tampak mendekati posko. Mereka antusias membaca Alquran dibimbing aktivis Pos DAI.

Bambang, salah seorang warga yang tengah belajar mengaji mengatakan, ia ingin meningkatkan ilmu dan pengetahuannya soal islam. Makanya ia langsung menghampiri posko Ngaos Istimewa.

"Semoga acara Ngaji On The Street ini makin banyak bermunculan di Jogja. Jadi warga bisa ngabuburit dengan kegiatan positif,"ujar pria yang tinggal di Maguwo ini.(medcom/OL-6)

 

BERITA TERKAIT