Kuliner Asik, Tempat Menarik


Penulis: Retno Hemawati - 31 May 2018, 05:30 WIB
img
MI/ADAM DWI

PADA Big Circle yang telah menginjak episode 59 ini, dihadirkan penyedia lahan food court bagi para PKL di daerah Surabaya, yakni Aiola Eatery.

Mereka memiliki tujuan agar para pedagang kaki lima (PKL) dapat berjualan dengan nyaman, bersih, dan tertib. Aiola awalnya berdiri pada 2008 sebagai sebuah distro, dengan nama Aiola Shop. Namun, distro tersebut sepi pengunjung, hingga akhirnya Aiola banting setir menjadi bisnis kuliner pada 2010.

Ide awal pembuatan Aiola Eatery berasal dari pengamatan Irmadita, Founder Aiola Eatery, terhadap para PKL di sekitar tokonya. Irma melihat pedagang mi titik (mi pangsit) di depan distronya laris manis dikunjungi pembeli.

Kebetulan, Aiola Shop berada di kawasan sekolah, kampus, dan tempat bimbingan belajar sehingga para siswa gemar jajan di pinggir jalan. Namun, di sisi lain, ramainya pembeli juga membuat pedagang mi titik ini kewalahan, karena tempat yang terbatas dan orang mengantri panas-panasan sambil berdiri. Dari situlah ide mendirikan food court muncul. Irma mulai mengajak para PKL yang laris manis di sekitaran Surabaya untuk bergabung berjualan di Aiola Eatery. Irma sendiri yang berkeliling menawarkan PKL untuk bergabung.

Saat ini, terdapat 14 tenant yang berjualan di Aiola Eatery dengan menu yang berbeda, 10 tenant di antaranya ialah PKL yang menjual makanan mi titik, nasi goreng, gado-gado, bakso, leker, dan es campur, sedangkan 4 tenant lainnya menjual makanan kekinian. Para PKL tidak dipungut uang sewa lahan, tetapi Aiola Eatery mengambil 25% hingga 30% dari hasil penjualan. Uang akan ditransfer kepada para tenant, tiga kali dalam seminggu. Setiap hari, kurang lebih 1.000 pengunjung datang ke Aiola.

Evaluasi
Aiola selalu mengadakan evaluasi tenant setiap 3 bulan. Evaluasi meliputi omzet dan kebersihan. Selain itu, Aiola juga memberikan peringkat tenant berdasarkan omzet dan penjualan porsi. Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas makanan, manajemen Aiola juga mengikutsertakan perwakilan tenant untuk mengikuti training yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), untuk biaya training ini ditanggung oleh Aiola.

Seperti episode terdahulu dalam Big Circle, pembawa acara Andy F Noya dan Amanda Zevannya akan didampingi mentor. Mentor kali ini ialah Arto Soebiantoro yang membahas lebih lanjut tentag bisnis yang dijalankan para narasumber hanya di program Big Circle.

(H-1)

BERITA TERKAIT