Bermalam di Ger, Rumah Khas Suku Mongol


Penulis: Briyan B Hendro - 26 May 2018, 17:28 WIB
MI/BRIYAN B HENDRO
MI/BRIYAN B HENDRO

TERKENAL sebagai penjelajah, Bangsa Mongol menerapkan gaya hidup nomaden atau berpindah-pindah. Karena itulah, tempat tinggal mereka pun harus menyesuaikan, mudah untuk dibongkar pasang. Tapi, fungsinya pun tetap sama seperti rumah pada umumnya, mesti mampu menjadi tempat untuk berlindung, termasuk dari cuaca yang amat ekstrem.

Tempat berlindung orang-orang Mongol tersebut biasa disebut Ger, yang dalam bahasa Mongol berarti rumah. Namun, bentuknya tidak seperti rumah kebanyakan. Rumah orang-orang Mongol ini lebih mirip tenda.

Jika mengunjungi Inner Mongolia, Tiongkok, tak ada salahnya untuk bermalam di rumah khas suku Mongol. Tepatnya di Ordos Grassland, Inner Mongolia, terdapat hotel yang menyerupai ger.

 "Ger atau sering juga disebut yurts, telah digunakan sejak 3.000 tahun yang lalu," jelas Amel, pemandu dari Grand China Travel yang mendampingi saya.

Namun, menurut Amel, Ger baru digunakan sebagai identitas nasional pada masa pemerintahan Genghis Khan, pada abad ke-13.

Ger biasanya berbentuk lingkaran dengan tiang dari anyaman kayu. Tiang ini biasanya diselimuti kain felt atau wol bulu kambing. Bagian atas ger memiliki hiasan yang disebut 'mahkota'.

Kain penutup di bagian atap ger dapat dibuka atau ditutup untuk mengatur aliran udara. Saat felt sepenuhnya menutupi ger, maka udara dalam tenda akan sangat hangat. Itulah sebabnya ger lebih sering digunakan di musim dingin.

Di hotel yang saya tempati, tak hanya bagian luar saja yang menyerupai ger, namun interior dalamnya juga. Bedanya, fasilitas yang dinikmati lebih mewah dari ger yang digunakan pada zaman dahulu, yakni terdapat tv, toilet yang bersih, hingga jaringan internet yang cepat. (OL-5)

 

Suasana malam hari hotel yang menyerupai ger di Ordos, Inner Mongolia. MI/BRIYAN B HENDRO