Teknologi Digital Membantu yang Tertinggal


Penulis: Retno Hemawati - 25 May 2018, 02:30 WIB
MI/GILANG PRAKASA
MI/GILANG PRAKASA

MUNCULNYA teknologi digital membantu usaha-usaha produk tradisional untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas. Hal ini yang dirasakan Rumah Tenunkoe, sebuah wadah usaha yang merangkul para perajin kain tenun di Kupang untuk membuat kain tenun berkualitas baik, dan memasarkannya melalui media sosial.

Banyak perempuan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi penenun, tetapi hasilnya tidak bisa menambal kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, artshop setempat membeli kain dengan harga rendah. Data BPS juga menyebutkan bahwa Kupang masih menjadi daerah dengan tingkat perekonomian rendah padahal memiliki potensi besar di bidang kerajinan tenun.

Prihatin melihat kehidupan para penenun ini, Indrasti Maria Agustina, Andrew Priyo Adianto, dan Agus Mulyono mendirikan Rumah Tenunkoe pada 2015. Bersama relawan, Tenunkoe rutin memberi pelatihan, mulai peningkatan kualitas, pewarnaan, sampai kepemimpinan.

Demi kesejahteraan
Semua itu dilakukan untuk mengangkat kesejahteraan para penenun. Anggota yang tergabung dalam Rumah Tenunkoe terdiri dari penenun dan penjahit. Mereka dapat menjual langsung hasil kain tenun dan juga kain tenun tersebut dapat dijahit untuk dijadikan berbagai produk, seperti tas, puch, dan aksesori lainnya. Rumah Tenunkoe memang berupaya memodifikasi kain tentuk menjadi bentuk produk lain, seperti tas, baju, dompet, dan aksesori.

Selain bekerja sama dengan online marketplace di Indonesia, mereka juga bekerja sama dengan perajin anyaman pandan di Yogyakarta dan Solo.

Menurut Manajer Rumah Tenunkoe, Ana Susi Yuniasri, Rumah Tenunkoe juga membentuk koperasi untuk membantu perajin memasarkan produk. Dengan sistem penjualan secara digital, melalui website dan Instagram, kain tenun produksi Rumah Tenunkoe mulai tersebar ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan sampai keluar negeri. Rumah Tenunkoe memasarkan produk tenun ini juga bekerja sama dengan sejumlah marketplace di Indonesia, Amerika Serikat, serta Australia.

Dalam episode ini, pembawa acara Andy F Noya dan Amanda Zevannya akan didampingi mentor Danton Sihombing, seorang brand expert yang membahas lebih lanjut tentang bisnis yang dijalankan para narasumber.

(H-1)

BERITA TERKAIT