Tunanetra yang Pahami Alquran Braille masih Terbatas


Penulis: Depi Gunawan - 23 May 2018, 17:50 WIB
img
ANTARA FOTO/Maulana Surya

SEBANYAK 30 orang penyandang tunanetra di Jawa Barat mengikuti pelatihan Alquran braille yang diselenggarakan Ummi Maktum Voice dan Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial, Lembang, Bandung Barat.

Pelatihan yang akan berlangsung hingga hari Jumat (25/5) ini meliputi bedah buku, belajar baca tulis Alquran braille, kaidah menulis Arab braille, telaah buku ilmu tajwid, teknik menulis artikel dan essai,
praktik tausiyah, dan malam kreativitas dengan melibatkan sejumlah
narasumber yang berkompeten.

Ketua Umum Ummi Maktum Voice Entang Kurniawan mengatakan jumlah penyandang tunanetra yang memahami Alquran braille masih belum sebanding dengan jumlah keseluruhan penyandang tunanetra di Jawa Barat.

Ia menyontohkan, di wilayah Bandung Raya ada sekitar 20 ribu tunanetra,
tetapi yang baru paham membaca Alquran braille paling sekitar 50 orang. Jadi, kata Entang, pelayanan bagi tunanetra dalam menguasai Alquran braille ini masih perlu ditingkatkan.

Apalagi, baca tulis Alquran braille berbeda dengan buku braille biasa sehingga diperlukan pelatihan khusus untuk bisa memahaminya. diperlukan
buku yang khusus, pengangkutan Alquran braille juga tidak mudah, karena ukuran dan bobot yang besar.

"Jadi ke depannya, para peserta yang ikut serta pelatihan ini diharapkan bisa menjadi guru Alquran braille di lingkungannya masing-masing," kata Entang, Rabu (23/5).

Pada penyelenggaraan tahun lalu, pihaknya melakukan pembinaan terhadap 500 tunanetra. Sedangkan tahun ini, jumlah peserta pelatihan jauh berkurang hingga 30 orang saja, hal ini dilakukan agar pelatihan bisa lebih fokus.

"Penyelenggaraan tahun ini dilakukan penjaringan ketat, jumlah pesertanya sengaja dibatasi supaya para peserta benar-benar menjadi guru atau instruktur Alquran braille," bebernya.

Kepala BPBI Abiyoso Dani Widarman mengungkapkan, satu Alquran braille sama dengan 30 buku braille. Sedangkan untuk satu juz buku braille berisi antara 50-100 halaman dengan bobot mencapai sekitar satu kilogram. Jadi, satu Alquran braille total memiliki berat sekitar 30 kilogram.

"Alquran braille kan terdiri dari 30 juz, sementara untuk satu juz dibuat menjadi satu buku braille, jadi satu Alquran ada 30 buku, ukurannya juga berbeda dengan buku braille biasa," terangnya.

Dia mengatakan, pada tahun ini, pihaknya mencetak sebanyak 500 eksemplar atau sekitar 16 set Alquran braille. Selain mencetak Alquran braille, BPBI Abiyoso juga memproduksi sekitar 51 ribu berbagai literasi braille dengan berbagai jenis dan judul buku.

"Semuanya distribusikan untuk perorangan, sekolah luar biasa, panti sosial bina netra, serta perpustakaan-perpustakaan daerah, karena sekarang, tiap perpustakaan wajib menyediakan braille corner atau pojok braille bagi penyandang tunanetra," jelasnya. (X-12)

BERITA TERKAIT