Menjadikan Rumah Blora untuk Lebih Mengenal Pramoedya


Penulis: Akhmad Safuan/N-3 - 23 May 2018, 04:20 WIB
MI/Akhmad Safuan
MI/Akhmad Safuan

RUMAH bercat hijau, kuning, dan putih berlokasi di Jalan Sumbawa Nomor 40 Kelurahan Jetis, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak ada yang berubah. Rumah tua itu merupakan rumah masa kecil sastrawan Pramoedya Ananta Toer.

Namun, pada Senin (21/5), Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman dari Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Harry Widianto, dan beberapa tim pendamping menengok rumah tua, yang kini dihuni adik Pramoedya, Soesilo Toer. Rumah tua itu menjadi rumah tumbuh bagi Pram hingga menyelesaikan pendidikan di Sekolah Institut Budi Utomo Blora. Pram lahir di Blora pada 6 Februari 1925. Ayahnya seorang guru bernama Mastoer, dan ibunya sehari-hari berjualan nasi.

Semua kisah hidupnya semasa di Blora ditulis Pram lewat kumpulan cerpen berjudul Cerita dari Blora yang diterbitkan pada 1953.

Rumah Pram meski kuno, tetap menjadi daya tarik masyarakat. Di rumah itu juga didirikan perpustakaan Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa (Pataba), yang menempati ruangan kamar berukuran 4 meter x 5 meter.

"Banyak pelajar dan mahasiswa yang datang ke sini untuk belajar dengan membaca buku-buku koleksi karena hampir seluruh karya Pram terkoleksi di perpustakaan ini," kata Soesilo.

Ada sekitar 50 karya Pram tersimpan di perpustakaan mini itu. Karya-karya Pram ini sudah diterjemahkan dalam 41 bahasa asing.

Setelah kedua saudaranya, Pramoedya dan Koesalah Soebagyo Toer meninggal, rumah peninggalan orangtuanya itu memang hanya dirawat Soesilo Toer. Rumah itu dijadikan perpustakaan sesuai keinginan tiga bersaudara ini sebab di rumah sederhana inilah semangat menulis keluarga Mastoer tumbuh dan berkembang.

Soesilo Tur yang bergelar Doktor dari Plekhanov Russian University of Economics, Uni Soviet (kini Rusia) kini masih aktif menulis. Selain menjaga perpustakaan keluarga yang diresmikan tepat saat Pramoedya Ananta Toer meninggal dunia pada 30 April 2006.

Pemerintah Kabupaten Blora yang telah menetapkan Blora sebagai Kota Sastra, melalui Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) tidak tinggal diam melihat kondisi rumah milik keluarga Pramoedya Ananta Toer itu.

"Rencananya revitalisasi rumah masa kecil Pram akan dilaksanakan pada Agustus mendatang. Tapi mengenai arsitek dan bentuk akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat," kata Kepala Dinporabudpar Blora, Kunto Aji.

BERITA TERKAIT