Penyuap Bupati Rita Divonis 3,5 Tahun Penjara


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 18 May 2018, 22:25 WIB
img
MI/RAMDANI

PENYUAP Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari, Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (SGP) Hery Susanto Gun alias Abun, divonis 3 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp 200 juta.

Majelis hakim memutuskan Hery terbukti menyuap Rita Widyasari. Dengan demikian, Abun terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Menyatakan terdakwa Hery Susanto Gun alias Abun telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim, Sugianto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (18/5).

Hakim menyatakan Abun terbukti memberikan uang suap Rp6 miliar kepada Rita Widyasari. Suap diberikan untuk memuluskan pemberian izin lokasi perkebunan sawit seluas 16 ribu hektare di Muara Kaman.

Abun sudah mengenal Rita sebelum dilantik menjadi Bupati Kukar pada tahun 2010 karena dirinya berteman baik dengan ayah Rita, Syaukani HM.

Setelah dilantik, mantan pegawai Abun, Hanny Kristianto, memfasilitasi Abun untuk mendekati Rita dengan tujuan menyampaikan permohonan izin lokasi sawit yang hendak diajukan.

"Terdakwa memerintahkan Hanny untuk menghubungi Rita agar menandatangi izin lokasi sawit. Atas perintah itu, Hanny meminta Rita menandatangani. Rita pun memerintahkan Kepala Bagian Administrasi Pertanahan pada Setdakab Kukar Ismed Ade Baramuli untuk menyiapkan draf surat keputusan izin lokasi perkebunan kelapa sawit itu. Ismed lantas memberi izin lokasi perkebunan seluas 16 ribu hektare," ujar hakim.

Seusai ditandanganinya izin lokasi, Abun memerintahkan Hanny untuk mengirimkan uang suap sebesar Rp6 miliar untuk Rita. Pengiriman uang dilakukan melalui transfer bank secara bertahap.

"Terdakwa mentransfer uang Rp1 miliar pada 1 Juli 2010 dan kedua Rp5 miliar pada 5 Agustus 2010. Menimbang unsur memberi sesuatu terpenuhi," tutur hakim. (A-2)

BERITA TERKAIT