Komnas HAM Tolak Tuntutan Hukuman Mati Aman Abdurrahman


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 18 May 2018, 21:50 WIB
img
MI/ROMMY PUJIANTO

MENYIKAPI tututan jaksa kepada terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik sepakat bahwa pelaku harus dihukum berat. Namun hukuman tersebut bukan dalam bentuk hukuman mati karena bertentangan dengan prinsip HAM.

"Saya setuju (terdakwa) dituntut hukuman yang berat karena terdakwa melakukan tindak pidana yang serius. Namun bukan hukuman mati karena itu bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia," terang Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat dihubungi, Jumat (18/5).

Salah satu alasannya adalah tidak adanya bukti bahwa hukuman mati kepada terpidana teroris dapat mengurangi ancaman terorisme. Oleh sebab itu perlu dua pendekatan lain yang juga harus diintensifkan selain penegakan hukum dalam pemberantasan terorisme.

Pertama adalah upaya pencegahan penyebaran faktor-faktor ideologi yang mendorong aksi terorisme, khususnya yang menganggap tindakannya benar dan bahkan suci.

Kedua, menurut Damanik, harus ada upaya deradikalisasi yang melibatkan berbagai pihak serta merehabilitasi dan juga memberikan kompensasi kepada para korban.

Senada dengan itu, Anggota Komnas HAM Chairul Anam juga menilai bahwa hal terpenting dari penegakan hukum adalah pengungkapan jaringannya.

"Hukuman maksimal tanpa dibarengi hal tersebut tidak ada artinya, itu hal yang paling penting. Oleh sebab itu, perlu kerja keras untuk membongkar jaringan dari Aman Abdulrahman ini agar tidak terjadi lagi peristiwa pengeboman lainnya, itu yang paling penting," terang Anam.

Anam menilai jika melawan terorisme hanya sebatas dengan aksi hukum, meski penting, ancaman terkait terorisme masih terbuka. Untuk itu harus dibarengi dengan upaya lainnya

Di sisi lain Anam juga berharap masyarakat dapat membangun peradaban yang baik melalui pendidikan. Tugas berat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini adalah membangun masyarakat yang beradab dan tidak mudah terprovokasi dengan selalu membangun basis keberagaman. (A-3)

BERITA TERKAIT