Presiden Minta Ruang Publik Bersih dari Ideologi Radikal


Penulis: ┬áRudy Polycarpus - 18 May 2018, 21:25 WIB
img
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

DALAM upaya menangkal paham radikalisme, pemerintah mengedepankan langkah preventif ketimbang tidakan represif.

Langkah preventif, jelas Presiden Joko Widodo, ialah dengan membersihkan sekolah dan dari paham-paham ekstrimis. Begitu pula ruang-ruang publik, mimbar-mimbar umum semestinya bersih dari paham terorisme.

"Langkah preventif paling baik adalah bagaimana kita semuanya membersihkan lembaga pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi dan ruang publik dari ajaran ideologi yang sesat yaitu terorisme," ujar Presiden ketika menggelar acara berbuka puasa bersama pimpinan lembaga tinggi negara dan sejumlah eleman masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/5).

Dalam acara yang juga dihadiri pengurus organisasi kemasyarakatan Islam itu, Presiden Jokowi menyinggung tentang ancaman terorisme.

Kepala Negara menyampaikan rasa prihatin atas pelibatan anak-anak dalam aksi terorisme di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). "Peristiwa kemarin, tanpa kita sadari telah membawa anak-anak dalam peristiwa itu. Saya lihat sendiri dua anak hancur, pelaku yang menurut saya ini korban juga," katanya.

Sementara untuk menanggulangi terorisme, pemerintah akan berupaya sekuat tenaga untuk menyelesaikan pembahasan RUU perubahan atas UU No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Pemerintah dengan DPR berusaha sekuat tenaga agar UU terorisme kita rampungkan," pungkasnya. (O-2)

BERITA TERKAIT