Kementerian PU-Pera Ajak Warga Huni Rusunawa


Penulis: (E-3) - 18 May 2018, 22:45 WIB
img
ANTARA FOTO/Aji Styawan

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mengajak masyarakat untuk menempati rumah susun sewa (rusunawa) yang telah dibangun di sejumlah kota besar di Indonesia. Adanya fasilitas yang lengkap di rusunawa, seperti furnitur, saluran air bersih, dan listrik yang baik diharapkan membuat masyarakat bisa tinggal dengan nyaman dan layak huni.

“Kualitas rusunawa yang dibangun Kementerian PU-Pera di era Presiden Joko Widodo ini amat baik dan fasilitasnya sudah seperti apartemen. Saya harap masyarakat tidak malu tinggal di rusunawa. Fasilitasnya kini lengkap dan nyaman,” ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU-Pera Khalawi Abdul Hamid seusai ground breaking rusunawa untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Magelang, Jateng, Rabu (16/5).

Hadir pula, anggota Komisi V DPR Soedjadi, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, dan Direktur Rusun Kuswardono. Melalui siaran persnya, selain ground breaking, Khalawi melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah khusus di Kota Magelang dan menyerahkan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) secara simbolis kepada camat di Magelang dan Temanggung.

Khalawi melanjutkan, kualitas bangunan rusunawa mulai perencanaan hingga proses finishing dan kelengkapan meubelair dilaksanakan dengan baik, di antaranya dilengkapi dengan tempat tidur, lemari pakaian, meja dan kursi tamu, serta dapur. “Biaya sewanya pun murah dan terjangkau. Pembangunan rusunawa ini upaya percepatan pemerintah untuk menyediakan rumah dan mengurangi backlog perumahan,” terangnya.

Tahun ini Kementerian PU-Pera akan membangun 310 tower rusunawa dengan jumlah sekitar 15 ribu unit rusun. Tipe yang dibangun ada dua, yakni tipe 36 untuk rusun keluarga dan tipe 24 untuk rusun lajang. Rusunawa diperuntukkan MBR, ASN, mahasiswa, serta para santri di pondok pesantren.

Anggota Komisi V DPR Soedjadi amat mendukung pembangunan rusunawa oleh Kementerian PU-Pera. Rusunawa diharapkan bisa jadi alternatif hunian bagi masyarakat karena keterbatasan lahan di kawasan perkotaan. “Pada era Presiden Jokowi ini masalah perumahan untuk masyarakat benar-benar diperhatikan,” tutup Soedjadi. (E-3)

BERITA TERKAIT