Pembahasan RUU Antiterorisme Digelar Rabu Pekan Depan


Penulis:  Astri Novaria - 18 May 2018, 20:55 WIB
img
Ist

KETUA Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dari Fraksi Partai Gerindra Muhammad Syafi'i mengatakan pihaknya akan kembali membahas RUU tersebut bersama pemerintah pada pekan depan.

"Agenda dimulai Rabu 23 Mei," ujar Syafi'i di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (18/5).

DPR akan memanggil perwakilan pemerintah untuk merumuskan poin-poin yang belum disepakati dalam RUU Antiterorisme. Satu poin yang belum disepakati yakni definisi terorisme.

Setelah poin itu disepakati oleh DPR dan pemerintah, RUU tersebut bisa segera disahkan. Syafi'i mengklaim pemerintah sudah setuju dengan usulan DPR yaitu memasukan frasa motif politik dalam definisi terorisme sehingga rapat pekan depan hanya tinggal finalisasinya saja (baca juga : Pemerintah Seirama Soal Definisi Draft RUU Antiterorisme).

"Saya dari awal menilai harus ada frasa tujuan politik, gangguan keamanan negara, konsep yang diajukan Kapolri, diajukan Panglima TNI dan Menteri Pertahanan. Teroris di seluruh dunia mana sih yang tidak ada tujuan politiknya, Boston, Suriah, Srilanka dan Inggris semuanya memiliki tujuan politik. Nanti kalau mereka presentasi, kita anggap sudah memenuhi, disepakati tentang logika hukum definisi teroris, ya sudah ketok," pungkas Syafi'i. (A-2)

BERITA TERKAIT