Dituduh Pro Teroris, Gerindra Laporkan 12 Akun Media Sosial


Penulis: Astri Novaria - 18 May 2018, 20:55 WIB
MI/SUSANTO
MI/SUSANTO

SEJUMLAH akun media sosial menuding Partai Gerindra mendukung terorisme dengan tuduhan sengaja memperlambat pengesahan Revisi UU Tindak Pidana Terorisme. Partai Gerindra membantah tudingan itu dan akan melaporkan seluruh akun tersebut ke polisi.

"Menanggapi beberapa fitnah dan tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada partai kami, seolah-olah Partai Gerindra adalah partai yang membela teroris dengan seolah-olah atau menghalangi terwujudnya atau terlaksananya RUU Anti-Terorisme. Itu fitnah, kebohongan, fitnah yang kami curigai itu dari lawan politik kami. Fitnah murahan. Kami laporkan 12 orang yang sudah secara elektronik berbohong dan memfitnah partai kami," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hasyim Djojohadikusumo di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (18/5).

Hashim menjelaskan, sejauh ini pembahasan RUU tersebut tak juga selesai sebab pihak pemerintah dan salah satu fraksi di DPR menunda-nunda pengesahan RUU tersebut. Penundaan dilakukan karena perdebatan soal definisi terorisme.

"Sekarang antara institusi lembaga pemerintah, Masalah di situ. Maka sauadara-saudara, alasan kami konferensi pers karena ada fitnah yang beredar," tandasnya.

Adapun terdapat 11 akun Facebook yang dilaporkan, yakni Sudriman Kadir, Yusuf Muhmad, Derek Manangka, Lambe Nyinyir, Katakita, Terashosang, Nyoman Suanda Santra, Amrit Punjabi, Herlina Butar-Butar, Hilmi Rajalul, Gohud. Tak hanya itu, ia juga melaporkan 1 akun Twitter yakni @vaio (#jakartaberduka).

"Saya berharap, laporan saya itu bisa ditindaklanjuti oleh Kepolisian RI," pungkasnya.

Hal senada dikatakan oleh Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra yang juga merupakan Ketua Pansus RUU Terorisme, Muhammad Syafi'i. Menurut dia, sejumlah pihak yang menuduh Partai Gerindra membela terorisme berpikiran picik.

"Saya kira memang sudah pelanggaran hukum yang wajib diadukan, supaya ini ada seenaknya membuat berita hoax dan lain sebagainya," ujarnya.

Dia pun meminta kepolisian segera menindaklanjuti laporan dari partainya terhadap belasan akun medsos tersebut. Keduabelas akun dilaporkan atas pelanggaran Pasal 27 UU ITE terkait pencemaran nama baik di media sosial dan Pasal 28 UU ITE terkait dengan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan. (A-5)

BERITA TERKAIT