Polisi Geledah Dua Rumah Terduga Teroris di Tasikmalaya


Penulis: Kristiadi - 18 May 2018, 19:55 WIB
img
MI/Kristiadi

DETASEMEN Khusus 88 Markas Besar Kepolisian didampingi anggota Polres Kota Tasikmalaya menggeledah dua rumah di Perumahan Grita Mitra Batik, Kecamatan Kawalu dan Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Dua rumah tersebut ditempati oleh kakak beradik BN dan FH, yang diduga terlibat jaringan teroris. Polisi menyita sejumlah benda seperti senapan angin, buku, dan senjata tajam.

Pantauan dilokasi beberapa mobil polisi bergerak menuju Perumahan Griya Mitra Batik selepas salat Jumat. Aparat mengenakan rompi antipeluru dan persenjataan lengkap. 

Anggota mendatangi rumah milik BN di blok C, dan rumah kontrakan yang ditempati FH keduanya berada di perumahan hingga langsung memasang garis Polisi di sekitar rumah mereka.

Anggota Densus 88 melakukan penggeledahan terhadap rumah BN meski di dalam rumah itu terhadap istri bersama ketiga anaknya, tapi saat berada di dala hanya ada pembantu serta ketiga anaknya dan untuk BN serta istrinya belum diketahui. Dalam penggeledahan itu polisi menemukan buku dan senjata tajam.

"Kami kaget saat banyak anggota polisi berpakaian antipeluru dan membawa senjata serta memakai penutup kepala menggunakan kendaraan langsung berhenti di rumah BN. Saya yang tinggal di sini sangat kenal dengan beliau.  Orangnya ramah mudah bergaul dengan masyarakat dan sudah lama menetap di sini," ujar seorang tetangga rumah, Ade, Jumat (18/5).

Sementara, Ketua RT Budi Kusdaryanto mengatakan anggota Polisi juga telah melakukan penggeledahan di rumah FH dengan mencongkel jendela rumah dan menemukan barang bukti berupa senapan angin dan peluru. Namun, di depan rumah kontrakan terlihat satu unit motor jenis trail yang terparkir.

"FH telah tinggal dikontrakan selama 1 tahun dan istrinya bekerja di bidang farmasi di Cilembang," ujarnya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKB Febry Kurniawan, mengatakan selama ini hanya melakukan pendampingan pada tim Mabes Polri yang ada dilokasi saat penggeledahan dan anggota masih mengindentifikasi barang bukti yang sudah diamankan di dua lokasi. 

"Saya tidak tahu persis kapan mereka ditangkap dan diduga memang dia terlibat jaringan teroris dan kami pastikan penggeledahan itu sudah sesuai prosedur," paparnya. (A-5)

BERITA TERKAIT