BP Tapera Dibentuk, Swasta Baru Ikut Tujuh Tahun Lagi


Penulis:  Andhika Prasetyo - 18 May 2018, 19:45 WIB
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

PEMBENTUKAN Badan Pengelola Tabungan Perumahan Negara (BP Tapera) telah memasuki fase-fase akhir. Saat ini, Panitia Seleksi Tapera telah memegang tiga nama untuk tiap-tiap jabatan yang akan diperebutkan.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tapera mengamanatkan BP Tapera dipimpin oleh satu komisioner dan empat deputi komisioner yang meliputi bidang pengerahan, pemupukan, pemanfaatan dana Tapera, serta bidang hukum dan administrasi.

"Ini sudah mau tahap akhir. Minggu depan akan dikerucutkan menjadi dua untuk tiap-tiap jabatan. Komite Tapera yang terdiri dari Menaker (Menteri Ketenagakerjaan), Menkeu (Menteri Keuangan), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), saya, dan ahli akan memberikan nama itu kepada presiden," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, di kantornya, Jakarta, Jumat (18/5).

Kendati sudah akan terbentuk, BP Tapera untuk tahap awal hanya akan menaungi para pegawai negeri sipil (PNS). Artinya, produk hasil kebijakan pemerintah berupa tabungan berkala dalam jangka waktu tertentu yang hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan hanya akan berlaku bagi pegawai pemerintahan.

Bagi karyawan swasta, Tapera belum akan diberlakukan setidaknya sampai tujuh tahun ke depan. "Sekarang hanya untuk PNS dulu. Pihak swasta meminta tujuh tahun sejak diresmikan baru mereka dilibatkan. Itu permintaan Pak Menteri (Ketenagakerjaan) Hanif (Dhakiri)," tuturnya.

Sedianya, Komite Tapera membuka rencana untuk memberikan waktu lima tahun, tetapi Menaker berkeras meminta waktu hingga tujuh tahun.

"Itu usulan Menaker. Pasti juga sudah diskusi dengan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia). Mereka kan juga punya program-program lain jadi tidak bisa langsung dimasukan begitu saja," ucap Basuki.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan saat ini Komite Tapera juga tengah fokus membahas transisi  Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) ke BP Tapera.

"Kami sedang membahas bagaimana proses penutupan Bapertarum lalu bagaimana serah terima keuangan, aset dan sebagainya kepada BP Tapera," ujar Sri Mulyani. (A-2)

BERITA TERKAIT