Saksi Benarkan KPK Bisa Ajak Polri untuk Tangkap Tersangka


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 18 May 2018, 19:35 WIB
img
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

SAKSI mantan anggota DPR RI Ahmad Yani menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diperbolehkan meminta bantuan anggota Polri untuk menangkap tersangka korupsi.

Anggota Komisi III DPR era 2009-2014 itu mengatakan hal tersebut sama saja pemerintah daerah yang meminta bantuan Polri untuk pengamanan.

"Mobilisasi anggota Polri bersenjata atau tidak (bersenjata) dalam menangkap tersangka bisa saja. Karena selama ini kerja sama KPK dan Polri baik," ujar Ahmad di sidang lanjutan kasus merintangi pemeriksaan KPK dengan terdakwa Fredrich Yunadi di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Jumat (18/5).

Meski begitu, menurut Ahmad, permintaan bantuan itu tidak serta merta membuat KPK bebas berwenang terhadap anggota Polri yang ditugaskan membantu KPK. "Komando tetap ada di Polri," tandasnya.

Sebelumnya, Fredrich menuduh petugas KPK memobilisasi anggota Polri bersenjata untuk mendobrak kamar rawat inap kliennya, terpidana kasus korupsi KTP-E Setya Novanto Ketika itu, Kamis 16 November 2017, Novanto dirawat di RS Medika Permata Hijau setelah mengalami kecelakaan.

Ketika Novanto hendak dibawa petugas KPK, Fredrich pun mengusir mereka karena keberatan kliennya diganggu. Fredrich beralasan Novanto masih membutuhkan istirahat total.

Dalam kasus ini Fredrich diduga membuat skenario kecelakaan mobil untuk menghindari pemeriksaan KPK. Ia dijerat dengan {asal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (A-2)

BERITA TERKAIT