Asian Games Kenalkan Indonesia ke Dunia


Penulis: Budi Ernanto - 18 May 2018, 19:30 WIB
 ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

KETUA panitia penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir menyatakan bahwa Asian Games bukan lah sekadar ajang olahraga. Menurut dia, perhelatan empat tahunan itu justru adalah kesempatan Indonesia untuk menunjukkan eksistensi kepada dunia.

"Karena dianggap hanya ajang olahraga, kebanyakan yang mempublikasikannya pun adalah wartawan olahraga. Padahal saat Asian Games berlangsung, kita punya momen untuk mempromosikan kebudayaan, kuliner, musik tradisional, dan lainnya yang nantinya akan berdampak ke perekonomian daerah dan nasional," kata Erick di Jakarta, Jumat (18/5).

Dikatakan Erick, sebelum Asian Games berlangsung pada Agustus mendatang, akan diselenggarakan juga Pawai Obor Asian Games yang akan melintasi sekitar 53 kota/kabupaten di 18 provinsi seluruh Indonesia.

Dalam acara tersebut, obor Asian Games akan menyentuh lokasi-lokasi pariwisata, seperti Raja Ampat (Papua Barat), Gunung Bromo (Jawa Timur), Danau Toba (Sumatera Utara), dan Pasar Terapung (Kalimantan Selatan).

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pihaknya sebagai kota penyelenggara siap untuk mempromosikan Indonesia saat Asian Games berlangsung.

"Kami prediksi ekonomi DKI juga bisa lebih meningkat karena Asian Games,” kata Sandiaga. 

“Tapi, kami sadari awal sudah sampaikan bahwa UMKM harus dilibatkan agar tidak memperbesar ketimpangan antara perusahaan besar dan kecil. Target kami 20 ribu UMKM terlibat di Asian Games," sambung dia.

Rhenald Kasali, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia mengatakan bahwa dengan kucuran dana yang besar untuk Asian Games, memang pasti akan memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Terkait dengan UMKM, setiap ada kegiatan yang menarik banyak orang datang baik atlet, masyarakat, atau panitia pasti akan membuka peluang ekonomi misalnya oleh-oleh, biasanya banyak dari pengunjung yang ingin membawa cinderamata dari daerah tersebut sebagai kenang-kenangan,“ kata Rhenald.

"Bukan hanya cinderamata. Kalau dikelola dengan baik, kawasan ini juga bisa menjadi future market, yaitu destinasi wisata dan Mice. Bahkan investasi dan menjadi bagian dari rantai pasok global," terang Rhenald. (A-5)
 

BERITA TERKAIT