Kemenag Imbau Penceramah Agama tidak Provokatif


Penulis: Syarief Oebaidillah - 18 May 2018, 19:20 WIB
Ist
Ist

KEMENTERIAN Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menerbitkan Surat Edaran tentang kegiatan penceramah agama agar tidak provokatif dan menebarkan kebencian. Penceramah agama diharapkan bisa menjaga persatuan bangsa dan NKRI.

"Surat Edaran ini kami tujukan untuk semua Kementerian dan lembaga agar rumah ibadah pada Kementerian atau Lembaga dipantau kegiatan keagamaannya, terutama masalah isi atau konten ceramah para penceramah agama," kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin saat dikonfirmasi Media Indonesia, Jumat (18/5).

Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kemenag bernomor B557/DJ.III.III.I/HM.00/05/2018 tersebut diterbitkan tanggal 17 Mei 2018 antara lain juga meminta penceramah agama dalam isi ceramah bernuansa mendidik dan memberikan pencerahan yang mengarah kepada tindakan kebaikan, peninngkatan kapasitas diri, pemberdayaan umat, penyempurnaan akhlak, peningkatan kualitas ibadah, pelestarian lingkungan, persatuan bangsa dan keadilan sosial.

"Terlebih penting juga, tidak mempertentangkan unsur SARA yang dapat menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan, ataupun merusak ikatan bangsa," tegas Muhammadiyah. 

Saat ditanya apa bentuk sanksi bagi penceramah agama yang provokatif tersebut, Muhammadiyah menjawab singkat, "Sanksi dari masyarakat . Boleh jadi tidak dipakai lagi oleh masyarakat," tukasnya.

Direktur Urusan Agama Islam, Kemenag, Juraidi menambahkan melalui surat edaran tersebut Kemenag mensosialisasikan faham Islam Washatiyyah, yaitu Islam yang moderat, posisi tengah antara dua ekstrim. 

"Faham washatiyah (moderasi Islam) menuntut kita bersifat toleran, mengembangkan dialog dan mau berinteraksi kepada semua pihak, dan tidak menutup diri dengan perkembangan zaman, sosial budaya dan peradaban masyarakat," tukasnya.

Saat ditanya tentang sertifikasi para dai yang pernah mencuat tahun lalu, menurut Muhammadiyah Amin tindak lanjut diganti dengan munculnya 9 Seruan Menteri Agama tentang Ceramah di rumah ibadah.

Menyinggung pula, munculnya rekomendasi Menteri Agama yang mencatat dan merekomendasikan adanya daftar 200 penceramah agama, Muhammadiyah mengatakan hal itu sebagai bentuk pelayanan Kemenag untuk menemukan para penceramah yang kompeten dan dibutuhkan masyarakat.

"Kami tetap meng-update data penceramah ini, karena boleh jadi akan bertambah bilamana ada ormas atau lembaga yang menyusul memberi rekomendasi. Untuk tahap pertama, 200 nama penceramah agama terlebih dulu yang kami munculkan," pungkas Muhammadiyah Amin. (A-5)

BERITA TERKAIT