Kadin Kini Miliki Komite Bilateral India


Penulis: Andhika Prasetyo - 18 May 2018, 18:50 WIB
MI/ARYA MANGGALA
MI/ARYA MANGGALA

GUNA mendorong peningkatan kerja sama ekonomi antara para pelaku usaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik India di Jakarta membentuk Komite Bilateral India kepengurusan baru. Komite Bilateral tersebut akan bekerja di bawah koordinasi Kadin Bidang Hubungan Internasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia mengatakan masih terdapat banyak potensi kerja sama ekonomi yang bisa dimaksimalkan. Maka dari itu, pembentukan Komite Bilateral India diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai potensi ataupun hambatan yang ada karena dalam CEO forum sebelumnya, pada 2016, kedua negara sudah sepakat untuk mengejar target ambisius 50:50 dengan total perdagangan dan investasi sebesar US$50 Miliar pada 2025 mendatang.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani berharap Komite Bilateral India mampu menjadi katalis dalam meraih target investasi dan perdagangan para pelaku usaha dari dua negara, khususnya yang telah disepakati sebelumnya terkait enam sektor yakni pertambangan, infrastruktur, manufaktur, farmasi, digital serta sektor jasa.

"Sektor manufaktur misalnya kita bisa melakukan kerja sama investasi untuk instalasi pemurnian (refinery), tekstil, dan otomotif. Untuk infrastruktur juga kita bisa meningkatkan kerja sama di bidang penerbangan mengingat India akan menjadi pasar penerbangan dunia terbesar ketiga dan Indonesia keenam dalam beberapa tahun mendatang," ujar Shinta.

Keenam sektor yang menjadi fokus kerja sama KADIN Komite Bilateral India merupakan kesepakatan yang dihasilkan pada para pengusaha dari kedua negara pada CEO Forum Indonesia-India 2016 lalu yang dilaksanakan di sela Kunjungan Presiden Jokowi ke India pada Desember tahun yang sama.

Indonesia sendiri merupakan mitra dagang terbesar India di ASEAN. India merupakan salah satu pembeli minyak sawit Indonesia terbesar dan juga tujuan utama ekspor batu bara.

Untuk investasi, India mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan pada 2017, yaitu lebih dari lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dari US$ 55 juta menjadi US$286,6 juta. Oleh karena itu, menjadi penting bagi pengusaha Indonesia untuk mampu meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih baik dengan pengusaha India.

Berdasarkan data BPS, pada 2016 ekspor ke Negeri Bollywood mencapai US$10,2 miiliar dengan angka impor sebesar US$2,1 miliar. Pada 2017 nilai ekspor meningkat menjadi US$14,08 miliar dan impor US$4,05 miliar. (A-5)

BERITA TERKAIT