Kapal Selam Ardadedali Perkuat TNI AL


Penulis: Faishol Taselan - 18 May 2018, 17:35 WIB
img
ANTARA FOTO/Zabur Karuru

KEKUATAN TNI Angkatan Laut semakn bertambah setelah kedatangan kapal  selam canggih di Markas Komando Armada Dua, Surabaya, Jumat (18/5).  Kedatangan KRI Ardadedali-404, langsung secara resmi bergabung ke  jajaran kapal TNI AL.

"Dengan kedatangan dua kapal baru tipe ini diharapkan memperkuat TNI  Angkatan Laut, khususnya untuk peperangan bawah air," kata  Kepala Staff  Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi di Surabaya, Jumat (18/5).
      
Menurutnya, kedatangan kapal selam ini sangat dibutuhkan karena  kebutuhan kapal selam memenuhi tuntutan perang bawah air itu cuma bisa  kapal selam, strategis memiliki dampak penangkalan yang tinggi.
      
Ke depan kita butuhkan 12 kapal selam, di tahun 1960 pernah memiliki  12 kapal selam. Sehingga salah satu kapal selam yang kita miliki dulu  kita gunakan di kapal ini Ardadeli.
  
"Tentunya proyeksi bertahap. Ke depan Indonesia bisa buat sendiri.  Proyeksi TNI Angkatan Laut  ke depannya,  bisa memiliki 12 kapal selam,  yang dibuat oleh putra-putra terbaik dalam negeri," ujarnya.
       
Saat ini kapal selam ketiga, masih dalam proses pengerjaan di  galangan kapal PT Pal Surabaya, dengan transfer teknologi antara Korea  Selatan dengan Indonesia.
      
Dengan kapal ini diharapkan memperkuat armada TNI, khususnya dalam  menjaga perairan dan mempertahankan kedaulatan negara.

Kapal selam bernama KRI Ardadedali 404, merupakan kapal kedua dari tiga  kapal yang dipesan Indonesia ke Korea Selatan, yang merupakan kapal dengan kemampuan tempur terbaru dan sistem operasi yang telah  ditingkatkan.
      
Kapal yang dikomandani Letkol Laut Pelaut, Widya Poerwandanu, memiliki  panjang 61,3 meter, dan lebar 7,6 meter. Kapal ini memiliki kecepatan 21 knot di bawah air, dengan kapasitas 41  orang. Kapal ini juga dilengkapi peluncur terpedo, dan juga peluru  kendali anti kapal permukaan yang telah dimodernisasi.

Nama Ardadedali diambil dari nama salah satu nama senjata panah, yang  dimiliki tokoh pewayangan Mahabharata.    Nama ini juga pernah digunakan oleh satu dari dua belas kapal selam, yang pernah dimiliki Bangsa Indonesia di era tahun 1960.(A-5) 

BERITA TERKAIT