Sudikerta Tebar Program Nawacandra di Tabanan


Penulis: Arnoldus Dhae - 18 May 2018, 17:30 WIB
ANTARA FOTO/Fikri Yusu
ANTARA FOTO/Fikri Yusu

CALON Wakil Gubernur Bali nomor urut 2 dari Koalisi Bali Mandara (KRB) I Ketut Sudikerta menemui ratusan perwakilan dari 5 kecamatanan Tabanan, Jumat (17/5). Pertemuan dengan para tokoh Tabanan itu dilangsungkan di Desa Rejasa, Kecamatan Penebel, Kabupatan Tabanan.

Dalam pertemuan tersebut, Cawagub yang berpaketan dengan Ida Bagus Rai  Dharmawijaya Mantra tersebut didampingi oleh para pimpinan KRB dari Kabupaten Tabanan, para relawan, pimpinan partai politik, Ormas Nareswari Mantra-Kerta, serta Tim Relawan Mantra-Kerta. 

Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 100 orang perwakilan saja. Dalaam pertemuan tersebut, Sudikerta disambut oleh seka gong Desa Rejasa. Ratusan warga desa yang sederhana berebutan ingin bersalaman dengan Sudikerta. 

Dalam acara tatap muka tersebut, Sudikerta tetap memberikan informasi dan sosialisasi tentang program, visi dan misi Mantra-Kerta. 
Dalam kesempatan ini Sudikerta memaparkan program pro rakyat yang ada dalam Nawacandra. Ada 4 program pro rakyat yang ada di dalam 9 program unggulan Nawacandra yaitu dari segi pendidikan, kesehatan, pertanian, dan yadnya. 

"Kalau kami dipercayakan memimpin Bali, 4 program unggulan ini langsung dieksekusi. Masyarakat harus langsung menikmatinya. Kami tidak mau berjanji lagi. Ini sudah ada, tinggal diberikan kepada masyarakat," ujarnya. 

Untuk pendidikan, warga akan diberikan kartu cerdas Nawacandra. Kartu ini dipakai oleh siswa SD sampai SMA. Untuk bidang kesehatan, warga akan diberikan kartu sehat Nawacandra. Pengobatan akan diberikan secara gratis. Untuk berbagai upacara ngaben, metata, dan sejenisnya akan diberikan kartu Yadnya Nawacandra. Untuk para petani, akan dibagikan kartu petani Nawacandra.

Menurut politikus asal Kuta Selatan itu, Tabanan merupakan salah satu daerah penyumbang atau gudang beras di Bali. "Sebagai basis pertanian, maka 2 program pro rakyat ini sangat penting bagi Tabanan. Kami sudah menyiapkan kartu tani Nawancandra. Ini penting, karena akan sangat membantu petani," ujarnya. 

Dalam kartu tersebut, petani akan memperoleh kemudahan mendapatkan pupuk terutama pupuk organik. "Kami meninginkan agar pupuk itu digratiskan. Petani harus dibantu, karena merupakan salah satu alur pelestari budaya Bali," ujarnya. 

Dan juga para petani akan diberikan alat pengolahan hasil pertanian. Kedepannya jalanan di Tabanan akan diperbaharui agar tidak 'terukir' seperti sekarang ini. 

Selain itu, Sudikerta juga menjelaskan tentang isu yang berkembang di masyarakat yakni tentang bantuan dana ke desa pekraman. Sudikerta menjelaskan bahwa dana tersebut perlu ditingkatkan guna menjaga kelestarian budaya di desa pekraman. 

Hampir seluruh perwakilan masyarakat Tabanan itu sepakat dengan misi Sudikerta untuk menaikkan bantuan kepada desa adat di Bali. Warga berharap agar mengharapkan agar krama subak juga diperhatikan. Kedepannya bantuan hibah kepada krama subak juga ditingkatkan. Sudikerta mengajak masyarakat Desa Rejasa untuk ikut mengawasi jalannya proses pilkada 2018 nanti karena Tabanan dinilai sangat rawan. (A-5)

BERITA TERKAIT