Sejumlah Partai Terindikasi Kampanye Diluar Ketentuan Waktu


Penulis: Dero Iqbal Mahendra - 18 May 2018, 16:50 WIB
img
MI/PIUS ERLANGGA

KOORDINATOR Indonesia Election Watch, Nofria Atma Rizki, hari ini mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait laporannya atas pelanggaran masa kampanye dari sejumlah partai politik berdasarkan Surat Laporan Nomor: 004/IEW/V/2018 tanggal 11 Mei 2018 yang diserahkan pada tanggal 14 Mei kemarin.

"Sebagaimana penanganan pelanggaran pemilu, laporan akan ditangani serta ditindak lanjuti oleh Bawaslu dan Gakumdu dalam lima hari. Kami datang untuk menanyakan sejauh mana laporan kami sudah diproses," terang Nofria di Kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (18/5).

Nofria menerangkan berdasarkan keterangan Bawaslu menyatakan bahwa laporannya sudah diproses dan tinggal menunggu tandatangan ketua Bawaslu. Setelah ditandatangan akan diteruskan ke Bawaslu daerah dan provinsi.

Nofria berharap Bawaslu dapat bekerja maksimal dan bekerja cepat agar penertiban dapat dilakukan sebelum terjadi kegaduhan-kegaduhan. Dalam kedatangannya kali ini pun IEW menambahkan sejumlah barang bukti video audio visual dalam sebuah flashdisk untuk laporannya.

Nofria menjelaskan berdasarkan pemantauan timnya pelanggaran yng terjadi banyak terjadi di wilayah Jawa dibandingkan luar Jawa. Sedangkan untuk jenis media yang banyak digunakan dalam pelanggaran masa kampanye menggunakan media luar ruang, seperti baliho maupun spanduk.

"Untuk rincian parpol-parpol yang melakukan pelanggaran, untuk media audiovisual ada dua partai, Golkar dan PDIP. Sedangkan untuk media cetak ada tiga partai, Demokrat, PAN, dan PSI. Untuk media luar ruangan ada sembilan partai, Demokrat, Gerindra, PIP, Nasdem, PPP, PBB, PKS, PAN dan PKB," terang Nofria.

Misalnya untuk media luar ruang untuk Partai Demokrat sekitar Bumi Perkemahan Cibubur hingga gerbang tol Cibubur serta pada jalur ke bandara Lampung. Untuk Partai Golkar juga menggunakan media luar ruang pada sekitar tol ke Bandara Soekarno Hatta serta di jalan HOS Tjokroaminoto di Kreo, Ciledug.

Sedangkan contoh untuk media cetak selain PSI ada partai Demokrat pada edisi 4 Mei di Koran Jawa Post.

"Bentuk pelanggarannya beragam, ada memasang gambar, logo partai, nomer peserta, ada juga yang menyampaikan pesan," papar Nofria.

Dirinya berharap proses demokrasi dapat berjalan sesuai aturan yang dibuat dan Bawaslu harus menegakkan aturannya. Dirinya khawatir jika memang pada pra kampanye sudah banyak pelanggaran dirinya khawatir akan ada lebih banyak pelanggaran pada saat kampanye dimulai.

Dirinya juga berharap Bawaslu dapat adil kepada setiap partai politik agar keadilan politik dapat terwujud. Sebab berdasarkan data yang dikumpulkan pihaknya hampir seluruh parpol melakukan pelanggaran sebelum masa kampanye.

"Harapan kita Bawaslu tetap tegas dan adil kepada seluruh parpol. Kalau memang ada pelanggaran ya dipanggil, ditindak seluruh partai. Mau partai baru, partai kecil, maupun partai besar. Segala yang melakukan pelanggaran ya ditindak," pungkas Nofria. (OL-4)

BERITA TERKAIT