Pemerintah Berikan Banyak Opsi Jalur Mudik


Penulis: Andhika Prasetyo - 18 May 2018, 16:05 WIB
img
ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

PEMERINTAH optimistis arus mudik dan balik lebaran tahun ini akan berlangsung lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, berbagai hal telah disiapkan sejak awal tahun dengan melibatkan seluruh lembaga dan kementerian terkait.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Arie Setiadie Moerwanto mengungkapkan pemerintah tahun ini memberikan pelayanan yang lebih matang dengan menyediakan berbagai pilihan jalur yang bisa digunakan.

“Di Jawa, kami sediakan lintas utara, tengah dan selatan serta jalan tol. Untuk jalur pantura (pantai utara), itu sudah digunakan sejak lama. Pansela (pantai selatan) atau yang dikenal dengan karakteristik jalur wisata karena melewati banyak tempat wisata, panjangnya 1.045 kilometer. Semua jalan nasional itu siap digunakan dengan tingkat kemantapan 90%,” ujar Arie di kantornya, Jakarta, Jumat (18/5).

Pemerintah pada tahun ini juga akan memaksimalkan ruas-ruas tol yang sudah rampung pembangunannya tetapi belum resmi beroperasi atau bersifat fungsional.

Berdasarkan catatan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), ruas tol dari Jakarta hingga Surabaya untuk mudik tahun ini sudah seluruhnya tersambung dengan rincian 524 kilometer (km) yang sudah beroperasi secara normal dan 235 km yang masih berstatus fungsional.

Sementara untuk Trans Sumatra, ruas tol operasional tercatat sepanjang 119 km dan yang masih bersifat fungsional 125 km.

“Ruas tol fungsional akan dioperasikan siang dan malam, 24 jam. Nanti itu kami serahkan kepada Korlantas tetapi kami pastikan prasarananya siap. Kalau lampu mungkin terbatas karena jalur luar kota memang banyak yang tidak ada lampunya tetapi akan kami pasangi rambu-rambu untuk memudahkan pengendara,” jelasnya

Guna mengantisipasi penumpukan volume kendaraan di rest area, pemerintah bekerja sama dengan pengelola jalan tol dan Kepolisian Republik Indonesia akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar pintu masuk dan keluar tempat peristirahatan.

“Nanti akan dibuat jalur khusus bagi pemudik yang hanya ingin mengisi bahan bakar. Jadi dibedakan dengan yang memang ingin beristirahat supaya traffic lancar,” ucap Arie.

Pos-pos tanggap bencana juga akan didirikan di berbagai titik-titik yang rawan banjir atau longsor seperti di jalur puncak. (OL-4)

BERITA TERKAIT