Pemerintah Blokir Akses Buletin Al Fatihin


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 18 May 2018, 15:20 WIB
MI/Susanto
MI/Susanto

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan pihaknya bakal terus berupaya mengamankan dunia maya dari konten-konten radikalisme dan terorisme.

Sejak terjadinya aksi peledakan di Surabaya 13 Mei lalu, pihaknya sudah menutup hampir 1.300 kanal di internet yang bermuatan konten radikalisme dan terorisme. Pemblokiran termasuk akses terhadap buletin Al Fatihin terbitan Islamic State (IS) yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, baik dalam bentuk file video sharing, file sharing, dan website.

"Saat ini kami semakin mengoptimalkan kerja mesin pengais (crawling) konten negatif. Kita sudah menemukan 1.285 kanal dan sudah dilakukan take down (penutupan). Tidak ada toleransi soal itu," ujarnya seusai acara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta, Jumat (18/5).

Dia menambahkan mesin pengais konten negatif saat ini telah ditingkatkan kinerjanya mencari konten negatif menjadi setiap dua jam sekali, sehingga hasil temuan situs-situs yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme menjadi lebih cepat diatasi.

"Untuk situs atau website, setiap dua jam sekali dilakukan pengaisan menggunakan mesin crawling," imbuhnya.

Dia mengakui konten-konten yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme sangat banyak bertebaran di media sosial.

Karena itu, ia juga meminta partisipasi aktif masyarakat agar melaporkan temuan akun atau konten-konten yang melanggar. Masyarakat bisa mengadukannya lewat surat elektronik aduankonten@kominfo.go.id.

"Kerjasama dengan masyarakat akan lebih baik dan cepat menangkal radikalisme dan terorisme," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT