Buletin ISIS berbahasa Indonesia diterjemahkan WNI di Suriah


Penulis: Akmal Fauzi - 18 May 2018, 15:17 WIB
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

POLRI menyebut buletin Al Fatihin yang diterbitkan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak dibuat di Indonesia. Buletin versi bahasa Indonesia yang beredar secara digital dan viral di tanah air itu diterjemahkan oleh orang Indonesia yang ada di Suriah.

"Itu dibuat di luar Indonesia, bukan dari sini. Itu ada orang Indonesia yang di Suriah," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Jumat (18/5)

Lantaran isinya yang mendukung aksi radikalisme dan terorisme, Setyo mengimbau masyarakat agar tak menyebarkan buletin tersebut.Ia juga meminta agar yang menerima buletin itu untuk segera menghapusnya.

"Sama-sama nggak usah disebarluaskan. Kalau terima, hapus saja," ungkapnya.

Buletin digital 'Al Fatihin' beredar di masyarakat. Di bagian tengah buletin ini tertulis 'Surat Kabar Mingguan Berbahasa Indonesia, Diterbitkan dari Daulah Islam'.

Di pojok kanan atas halaman pertama buletin, tertulis 'Edisi 10'. Konten dari buletin ini membahas berita terkait keberhasilan ISIS dalam melakukan aksi jihad dan pengeboman.

Beberapa yang dibahas antaranya adalah aksi kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, serta bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Adapun judul yang ditulis adalah 'Junud Khilafah di Indonesia Melepaskan Belenggu Tawanan Mereka Sendiri & Membunuh 6 Densus 88'.(OL-4)

BERITA TERKAIT