Tekanan Darah Tinggi Bisa Direkayasa Dengan Obat


Penulis: Putri Anisa Yuliani - 18 May 2018, 15:09 WIB
img
MI/Bary Fathahilah

Saksi ahli kedokteran bidang internis Jose Rosma mengatakan tekanan darah tinggi bisa direkayasa. Menurutnya, pasien yang memiliki bakat hipertensi tekanan darahnya bisa dinaikkan dengan diberi konsumsi obat jenis tertentu.

"Bisa, Yang Mulia," kata Jose di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Jumat (18/5) pada sidang lanjutan kasus merintangi pemeriksaan KPK dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo.

Saksi yang juga ahli hipertensi dan ginjal yang berpraktik di RS Medistra Jakarta ini mengungkapkan jenis obat-obatan yang memiliki efek buruk bagi penderita hipertensi yakni jenis obat penenang dan narkotika seperti amfetamin.

Selain itu, obat yang bisa meningkatkan tekanan darah tinggi adalah obat pelega pernapasan. "Ada beberapa obat seperti amfetamin juga obat pelega pernapasan yang fungsinya mengecilkan pembuluh darah di hidung supaya pernapasan lebih plong itu juga bisa meningkatkan tekanan darah tinggi," ujarnya.

Namun demikian, menurut dokter yang juga pernah menjadi tim dokter istana kepresidenan pada tahun 1994 hingga tahun 2000 ini tidak ada penelitian khusus tentang seberapa tinggi kenaikan tekanan darah yang bisa ditimbulkan akibat efek samping dari mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Sementara itu, sebelumnya pada Kamis 16 November 2017 lalu Bimanesh selaku dokter yang merawat terpidana korupsi KTP-e Setya Novanto setelah kecelakaan dihubungi oleh mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi.

Fredrich melalui sambungan telepon pada siang hari meminta agar Bimanesh bisa memeriksa Novanto yang memiliki penyakit hipertensi, ginjal, dan vertigo.

Setelahnya, terjadi kecelakaan yang menimpa Novanto dan diduga rekayasa. Bimanesh diduga terlibat dalam membuat diagnosa palsu agar Novanto bisa dirawat inap dan menghindari pemeriksaan KPK. (OL-4)

BERITA TERKAIT