Balai Besar POM Temukan Ikan Teri dan Cumi Berformalin di Pasar Nongko


Penulis: Widjajadi - 18 May 2018, 13:41 WIB
MI/Widjajadi
MI/Widjajadi

BALAI Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menemukan sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Nongko Solo mengandung formalin dan zat berbahaya. Bahkan kerupuk yang dijual juga menggunakan zar pewarna tekstil

"Dari 50 sampel yang kita ambil, seperti ikan asin, ikan tawar, ikan jambal, ikan nasi, daging ayam, daging sapi, cumi asing, galantin, mie, kerupuk dan sejumlah lain, langsung kita uji lab di ruang atas pasar. Ternyata ikan teri dan cumi mengandung formalin dan zat berbahaya," tegas petugas lab pangan dan berbahaya BBPOM Semarang Tri Novariani, Jumat (18/5).

BBPOM Semarang melakukan sidak ke Pasar Nongko bersama  Dinas Pasar Kota Surakarta menggelar sidak makanan yang dijual para pedagang sebagai upaya memberikan rasa aman konsumen berbelanja untuk kebutuhan Ramadan yang sudah berlangsung. Ternyata yang ditemukan, ada sejumlah sampel makanan yang berbahaya untuk kesehatan.

Seperti ikan teri dan cumi harus mendapatkan perhatian lebih khusus karena dari pemeriksaan laboratorium mengandung formalin dan zat kimia berbahaya. Begitu juga halnya beberapa jenis kerupuk ternyata menggunakan bahan pewarna tekstil.

"Ini jelas sangat berbahaya bagi kesehatan dan harus dikeluarkan dari pasar. Hal sama untuk kerupuk, yang menggunakan pewarna tekstil jelas berbahaya. Yang jelas dari hasil penyinaran menggunakan sinar ultraviolet, warna kerupuk menjadi lebih terang, ini tandanya pewarna tekstil. Berbahaya dan harus dimusnahkan," tandas dia.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Subagiyo menyatakan penyesalannya, terhadap keberadaan bahan makanan di Pasar Nongko ternyata menggunakan bahan-bahan berbahaya, mulai dari pengawet formalin dan pewarna tekstil.

"Ini harus terus digalakkan. Kasihan konsumen. Kita akan bekerja sama dengan BBPOM untuk melanjutkan ke pasar lain," kata dia.

Pasar Nongko menjadi obyek pemeriksaan, karena merupakan pilot project penelitian kandungan makanan berbahaya. Seluruh temuan akan dibawa BBPOM, untuk dibawa rapat koordinasi di tingkat provinsi.

"Ini bulan Ramadan, tingkat konsumsi tinggi. Jadi pemeriksaan ini akan dilakukan di pasar-pasar lain. Karena jelas membayakan kesehatan, jika sampai di pasar lain ternyata bahan makanan juga mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia," imbuh Subagyo.

Ia mengimbau kepada seluruh pedagang di Pasar Nongko untuk mengambil barang dagangan langsung kepada distributor, sehingga ada kejelasan terkait kualitas. Dengan ditemukan makanan mengandung bahan kimia berbahaya ini, Dinas Perdagangan Kota tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan.

"Yang jelas temuan dibawa dalam rapat koordinasi di tingkat provinsi. Nanti keputusan seperti apa, kita hanya menunggu. Namun yang jelas kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan. Hanya tadi kita himbau kepada seluruh pedagang, agar membeli barang dagangan dengan hati-hati, langsung kepada distributor agar diketahui sisi kualitasnya dan akan jelas langkah penindakan," tandas Subagyo sekali lagi. (OL-2)

BERITA TERKAIT