Berbuka dalam Kebersamaan


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 17 May 2018, 21:10 WIB
MI/PIUS ERLANGGA
MI/PIUS ERLANGGA

MOMEN berbuka puasa sudah bukan lagi sekadar menjadi waktu yang dinanti untuk melepas dahaga dan lapar. Lebih dari itu bagi sebagian besar umat Muslim, momen berbuka juga menjadi momen untuk meningkatkan kebersamaan, silaturahmi, dan saling berbagi.

Makna mendalam tersebut yang kemudian membuat Masjid Istiqlal Jakarta menjadikan berbuka puasa bersama sebagai kegiatan rutin setiap tahun. Ribuan porsi menu berbuka puasa selalu dihadirkan secara gratis oleh masjid Istiqlal setiap harinya untuk membuat semua kalangan, khususnya warga miskin dapat berbuka dengan layak di bulan suci Ramadan.

"Alhamdulillah saya memang sudah sering kalau Ramadan berbuka di Istiqlal, sangat membantu, kami bisa berbuka dengan berbagai menu buka dengan gratis di sini," ujar Abdul Rozak, pria asal Tangerang yang turut hadir di Istiqlal saat buka puasa perdana Ramadan tahun ini, Kamis (17/5).

Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai kurir pengantar barang tersebut mengaku, tidak hanya itu, lewat kegiatan yang dilakukan Istiqlal, ia jadi kerap bertemu dengan banyak teman baru. Sesama umat muslim yang juga mencari tempat layak untuk berbuka di tengah keterbatasan dan beratnya kehidupan pekerja di ibukota.

Seperti diketahui, tahun ini masjid Istiqlal Jakarta menyiapkan sekitar 3.000 sampai 5.000 paket takjil yang akan dibagikan kepada masyarakat saat berbuka puasa. Satu paket berisi makanan seperti nasi, lauk pauk, buah qurma, minuman dan kue-kue sebagai makanan pelengkap. Juga meyediakan 1.000 kotak nasi untuk sahur warga sekitar Istiqlal.

Kepala Bagian Protokoler Masjid Istiqlal, Abu Hurairah mengatakan, Ramadan tahun ini Istiqlal menghabiskan total dana mencapai Rp3 miliar. Biaya itu untuk rangkaian acara, biaya takjil, makanan sahur, transportasi, membayar penceramah dan kegiatan lainnya.

Dana untuk membiayai kegiatan Istiqlal selama Ramadan tersebut didapat dari masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan swasta, juga kementerian.

Berbagai kegiatan juga telah dilakukan oleh Masjid terbesar di Indonesia itu sejak sebelum Ramadan. Di antaranya kegiatan bersih-bersih 1.000 masjid bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia dan juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, akan ada kegiatan seminar atau pengajian menjelang buka puasa.

Sementara itu, untuk kegiatan Salat Tarawih, jadwal penceramah juga telah ada hingga akhir bulan Ramadan mendatang. Di antaranya yang akan jadi penceramah ialah Mahfud MD, Archandra Tahar, Arifin Ilham, dan Nazaruddin Umar. (X-12)

BERITA TERKAIT