Asa Baru Mama-Mama di Biak


Penulis: Alien Chairina Husni - 17 May 2018, 21:10 WIB
img
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

WAJAH-wajah ceria dibalut senyum tulus diperlihatkan mama-mama Papua yang berjejer rapi di Desa Manswam, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Mereka dan juga anak-anak pun larut dalam tarian Papua.

Bukan tanpa sebab mama-mama Papua, begitulah kaum ibu di wilayah paling timur Indonesia tersebut disapa, menampakkan kegembiraan. Mereka menyambut kedatangan mama-mama Papua bernama Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Rombongan Mama Yo, begitu sapaan khas Menteri Yohana, tiba di Desa Manswam, Biak, Rabu (10/5), disambut riuh warga kampung. Memakai cawat Papua, anak-anak menyambut dengan tari-tarian. Sedangkan mama-mama Papua berjejer rapi mengenakan setelan batik Papua. Euforia warga begitu terasa bukan tanpa sebab. Hari itu, asa baru muncul di tempat mereka.

Desa Manswam, menjadi satu desa di Kabupaten Biak Numfor yang mendapat bantuan mesin pengasapan ikan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Bagi mereka, ini kali pertama bantuan pemerintah khusus ditujukan bagi pemberdayaan perempuan di sana. 

Sejak lama, perempuan-perempuan Manswam kurang aktif dan produktif secara ekonomi. Pilihannya, sebagai ibu rumah tangga saja, atau berjualan pinang. Sesekali membuat cendera mata seperti kalung dan gelang.

"Perempuan-perempuan di sini banyak yang menganggur meski tamat sekolah. Ibu-ibu juga hanya tingal di rumah. Setidaknya, bantuan ini akan membuka lapangan kerja baru bagi perempuan di desa kami," ujar Meria Rangga, salah satu anggota kelompok PKK Desa Manswam.

Satu unit mesin pengasapan ikan diserahkan langsung oleh Mama Yo. Tujuannya, mendorong mendorong perempuan-perempuan di Desa Manswam untuk maju dengan ikut aktif dalam dunia usaha. Di sisi lain, Mama Yo menilai, Ikan-ikan di Biak termasuk berkualitas bagus.

"Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendukung dan mendorong perempuan di Papua untuk maju. Kemajuan itu dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti usaha olahan produk-produk dari sumber daya melimpah yang ada. Ibu-ibu harus melihat peluang dan menjadikannya sebagai pembuka pintu bagi kesejahteraan keluarga juga, yaitu mengembangkan industri rumahan," ujar Menteri Yohana Yembise.

Antusias pun ditunjukkan mama-mama Desa Manswam. Mereka berkeinginan mengikuti pelatihan produksi ikan asap yang akan diberikan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Biak Numfor dalam waktu dekat. 

"Kami berterima kasih karena dengan alat yang diberikan ibu menteri. Kami bisa memproduksi hasil olahan ikan untuk dijual. Karena di sini (Desa Manswam) punya hasil ikan banyak. Jadi hasil produksi ikan asap nanti bisa menambah penghasilan ekonomi dalam keluarga," ujar Meria.

Bergeser ke sebelah barat Biak ada kelompok mama-mama Desa Wardo, bernama kelompok Mawar. Salah satu desa binaan langsung Kementerian PPPA untuk industri rumahan sejak setahun lalu, usai mendapat bantuan mesin pengolahan virgin cocounut oil (VCO). Setingkat lebih dulu dari Desa Manswam, mama-mama Wardo sudah berpikir untuk kelanjutan industri rumahan mereka. Mereka berencana melakukan pengembangan. 

Awalnya mereka memproduksi minyak VCO literan. Jumlahnya fantastis, bahkan mencapai 600 liter minyak VCO yang sudah terjual. Paling banyak didistribusikan ke Jayapura, hanya dalam tempo waktu kurang dari setahun. 

"Ibu-ibu di Kampung Wardo ini jadi punya kegiatan yang bermanfaat, karena selama ini mereka tidak buat apa-apa. Tinggal di rumah atau berkebun saja. Sekarang jadi kreatif. Hasil minyak VCO bisa kami jual hingga ke Jayapura, dan hasilnya lumayan untuk menambah pemasukan keluarga," jelas Frans, salah satu anggota pria di kelompok Mawar.

Frans merupakan salah satu dari dua pria yang bertugas mengoperasikan mesin. Selama ini pekerjaannya melaut. Dengan pekerjaan membuat minyak VCO membuat ia masih bisa produktif dan menghasilkan uang.

"Kami sangat bangga dan senang dengan adanya mesin ini. Ke depan kami akan bekerja sama dengan banyak ibu-ibu di sini, supaya produksi minyak VCO juga lebih banyak," tambah Yuli, salah satu anggota kelompok Mawar di sela-sela produksi.

Sementara menurut Menteri Yohana, mama-mama di Biak harus lebih kreatif dengan memproduksi olahan jenis lain. Melalui industri rumahan, mama-mama akan lebih berdaya dan dapat membantu perekonomian keluarganya.

Saat ini, jumlah pelaku usaha industri rumahan (IR) di Indonesia 2017 mencapai 3.764 di 21 kabupaten/kKota. Angka ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya, 2.953 di 14 kabupaten/kKota. Sebuah capaian positifif bagi Kementerian PPPA. IR merupakan bagian program 3Ends Kementerian PPPA, pemberdayaan untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi pada perempuan. (O-2)

Peserta Bimtek Jurnalistik Kementerian PPPA Republik Indonesia

BERITA TERKAIT