Iklim Wisata Indonesia tidak Terpengaruh Aksi Terorisme


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 17 May 2018, 17:48 WIB
img
Dok Kemenpar

INDUSTRI pariwisata di Indonesia hingga saat ini dipastikan masih belum terpengaruh dampak negatif aksi teror di beberapa kota. Kestabilan itu juga diyakini akan tetap berlangsung, khususnya hingga pergelatan ASIAN Games 2018 selesai dilaksanakan.

Kementerian Pariwisata hingga saat ini menyatakan belum ada pembatalan kegiatan atau kunjungan wisata yang terjadi. Baik di wilayah yang terdapat teror seperti Surabaya dan Riau atau Indonesia secara umum.

"Jumlah kunjungan wisman tidak terganggu, belum ada cancelation. Hal seperti ini tidak seorang pun mengharapkan dan bisa terjadi di negara mana saja," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (17/5).

Pemantauan terutama dilakukan dalam hal aksesibilitas, amenitas, dan atraksi wisata. Namun, dipastikan hingga saat ini ketiga unsur pendukung jalannya wisata tersebut masih berjalan normal.

Arief Yahya mengatakan, meski tidak ada dampak berarti, hingga saat ini Tim MKK (Manajemen Krisis Kepariwisataan) Kemenpar tetap melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan semua pihak. Hal itu untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif. Sehingga pemulihan pasca teror bisa segera dilakukan akan cepat dilakukan.

"Yang penting bagaimana kita merecoverynya sekarang ini itu yang dilakukan," ujar Arief.

Dalam hal penerbitan travel advice oleh beberapa negara, hal itu dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Hal semacam itu juga pernah dilakukan Indonesia pada beberapa negara yang tengah mengalami teror atau konflik.

Ketua Umum Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), Asnawi Bahar mengatakan meski tidak berdampak negatif, pemerintah tetap harus bergerak cepat untuk memulihkan kondisi. Khususnya untuk semakin menyakinkan ke dunia internasional, jika keadaan Indonesia masih sangat memungkinkan untuk melakukan perjalanan wisata.

"Yang penting bagaimana bahu-membahu untuk memulihkan kondisi. Bagaimana cara me-recovery. Bagaimana cara kita menyampaikan ke dunia internasional, kalau hal ini terjadi di sebuah wilayah bukan di seluruh Indonesia," ujar Asnawi.

Sangat penting untuk dilakukan promosi dan penyampaian informasi kepada seluruh stakeholder wisata asal berbagai negara hika daerah-daerah di sekitar Surabaya kondisinya aman. Ia juga berharap pemerintah aktif berkomunikasi dengan negara-negara lain agar menghindari dikeluarkannya travel warning atau larangan berkunjung ke Indonesia.

Seperti diketahui, sejak terjadinya teror di beberapa wilayah Indonesia pada 13 Mei 2018 lalu, beberapa negara sumber turis utama segera mengeluarkan travel advice untuk Indonesia. Yakni himbauan untuk sebisa mungkin menghindari kunjungan atau bepergian ke Indonesia.

Sampai hari ini, negara-negara yang telah mengeluarkan travel advice tersebut ialah Inggris, Amerika Serikat, Australia, Hongkong, New Zealand, Singapura, Malaysia, Polandia, Irlandia, Canada, Perancis, dan Filipina. (X-10)

BERITA TERKAIT