Penguatan Kemitraan Pemerintah dan Swasta Tingkatkan Kualitas Askes


Penulis: RO/Micom - 17 May 2018, 13:01 WIB
img
ANTARA

KOLABORASI yang lebih efektif antara sektor swasta dan pemerintah dapat membantu pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk lebih banyak orang Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh pejabat tinggi pemerintah dan organisasi multilateral saat pertemuan tingkat tinggi dalam kemitraan publik dan swasta mendukung sektor kesehatan. Acara ini dilaksanakan bersama oleh Grup Bank Dunia dan United States Chamber of Commerce’s Global Initiative on Health and the Economy dan diikuti oleh beberapa Menteri dan pejabat tinggi dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Walaupun Indonesia telah mencapai berbagai kemajuan terkait indikator kesehatan dalam sepuluh tahun terakhir - angka harapan hidup telah meningkat menjadi 69 tahun di 2014, dari 49 tahun pada 1960 -  rendahnya pembelanjaan untuk sektor kesehatan telah berdampak pada akses yang tidak sama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.

Dalam pidato pembukaannya, Untung Suseno Sutarjo, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan menyatakan, “Tantangan yang ada di Indonesia termasuk beban ganda menghadapi penyakit yaitu penyakit tidak menular yang bertambah dan penyakit menular yang terus ada. Untuk mengatasi situasi ini, keikutsertaan dan dukungan dari semua pihak, termasuk sektor swasta diterima dengan baik.”

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, “Untuk menjamin bahwa pembelanjaan yang lebih tinggi akan menghasilkan dampak yang lebih baik, perbaikan yang berarti diperlukan pada semua tingkat. Sektor swasta dapat mendukung upaya pemerintah dengan menggunakan berbagai cara seperti melaksanakan kegiatan dengan biaya operasional dan proyek yang lebih rendah, namun tetap menggunakan tenaga ahli dan teknologi terkini untuk menjaga mutu pelayanan.”

Walaupun penambahan pada pengumpulan pendapatan dan pembelanjaan yang lebih efisien untuk sektor prioritas telah dilakukan, kendala fiskal tetap ada. Kemitraan publik dan swasta dapat dimanfaatkan untuk memobilisasi pendanaan dari sektor swasta, meningkatkan akses, memperbaiki mutu pelayanan, memperkenalkan efisiensi pada pelayanan kesehatan, inovasi, dan teknologi, yang akhirnya berakibat pada peningkatan terkait kesehatan.

“Lebih banyak keterlibatan dari sektor swasta melalui kemitraan publik dan swasta akan membantu penyelesaian proyek yang tepat waktu dan dalam estimasi dana. Partisipasi sektor swasta juga mengembangkan kesempatan untuk inovasi dan teknologi, dan akan menghasilkan sektor kesehatan yang lebih terjangkau oleh masyarakat Indonesia, namun tetap dengan mutu yang tinggi,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Indonesia memiliki salah satu angka tertinggi untuk program asuransi kesehatan sosial pembayar tunggal di dunia, dan angka cakupan telah meningkat dari 27 persen pada 2004 hingga sekitar 76 persen hari ini.

Dengan menyediakan kesempatan untuk pertukaran informasi dalam inovasi, pendanaan, dan pelayanan kesehatan di antara berbagai pemangku kepentingan, konferensi ini mendukung kolaborasi antar berbagai kementerian dan lembaga lainnya dalam memformulasikan regulasi sektor kesehatan yang efektif untuk dapat mendesain dan mengelola kemitraan dengan lebih baik. (OL-4)

BERITA TERKAIT